Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Remaja 17 Tahun Laporkan Oknum Polresta Mamuju ke Propam, Mengaku Dipaksa Minum Miras

AP mengaku dipaksa oleh oknum polisi yang bertugas di Polresta Mamuju itu untuk meminum minuman keras (miras)

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Remaja 17 Tahun Laporkan Oknum Polresta Mamuju ke Propam, Mengaku Dipaksa Minum Miras
Tribun Sulbar/Taufan
OKNUM POLISI DIPOLISIKAN - AP (17) seorang remaja putri melaporkan oknum polisi berinisial F ke Propam Polres Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar). Dia mengaku dipaksa oleh oknum polisi yang bertugas di Polresta Mamuju itu untuk meminum minuman keras (miras). 

Ringkasan Berita:
  • AP (17) seorang remaja putri melaporkan oknum polisi berinisial F ke Propam Polres Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).
  • Dia mengaku dipaksa oleh oknum polisi yang bertugas di Polresta Mamuju itu untuk meminum minuman keras (miras).
  • Peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/3/2026) di sebuah kafe karaoke di wilayah Tanjung.

TRIBUNNEWS.COM, PASANGKAYU - AP (17) seorang remaja putri melaporkan oknum polisi berinisial F ke Propam Polres Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

Dia mengaku dipaksa oleh oknum polisi yang bertugas di Polresta Mamuju itu untuk meminum minuman keras (miras).

Baca juga: 4 Oknum Polisi di Medan Bikin Onar, Ngamuk hingga Todongkan Senjata di Tempat Pangkas Rambut 

AP melaporkan oknum polisi itu didampingi kuasa hukumnya, Muh Yusuf.

Menurut Yunus, peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/3/2026) di sebuah kafe karaoke di wilayah Tanjung.

Yusuf menjelaskan, kejadian bermula saat korban berada di depan Mapolres Pasangkayu bersama tunangannya.

 

Rekomendasi Untuk Anda

 

Saat itu, korban dihubungi oleh rekannya berinisial T yang meminta bantuan untuk diantar ke Cafe Dapoer Tanjung.

"Korban ini awalnya hanya dimintai tolong untuk mengantar temannya," ujar Muh. Yusuf saat ditemui di Pasangkayu, Kamis (23/4/2026).

Namun, saat tiba di lokasi, situasi justru berubah menjadi dugaan intimidasi.

Berdasarkan keterangan pelapor, kunci sepeda motor korban diambil oleh rekannya.

Akibatnya, korban tidak bisa meninggalkan tempat tersebut.

Korban kemudian diduga dipaksa masuk ke dalam ruang karaoke.

"Setelah sampai, kunci motor korban diambil dan korban dipaksa masuk ke dalam ruangan," jelasnya.

Di dalam ruang karaoke itu, korban mendapati empat orang laki-laki serta sejumlah minuman keras.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas