Mengapa Kota Modern Seperti Hong Kong Masih Pakai Bambu untuk Bangun Gedung?
Perancah bambu merupakan praktik berusia ribuan tahun yang berasal dari daratan Cina.
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Kebakaran besar di Hong Kong terjadi pada 26 November 2025 terjadi di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Distrik Tai Po.
- Hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025), tercatat sedikitnya 128 orang tewas dan sekitar 200–279 orang masih hilang.
- Diduga api cepat menyebar karena banyaknya bambu yang mengitari gedung yang sedang direnovasi itu.
- Meski kota modern, Hong Kong masih menggunakan bambu untuk pekerjaan konstruksi bangunan tinggi
TRIBUNNEWS.COM, HONG KONG – Kebakaran besar di Hong Kong terjadi pada 26 November 2025 terjadi di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Distrik Tai Po.
Hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025), tercatat sedikitnya 128 orang tewas dan sekitar 200–279 orang masih hilang.
Api melalap tujuh gedung apartemen selama lebih dari 40 jam sebelum berhasil dipadamkan.
Diduga api cepat menyebar karena banyaknya bambu yang mengitari gedung yang sedang direnovasi itu.
Bambu dipakai untuk membangun
Dalam kasus ini, Hong Kong berencana untuk menghentikan tradisi panjang penggunaan perancah bambu untuk proyek konstruksi.
Para penyelidik masih mencari tahu apa penyebabnya kebakaran di kompleks apartemen bertingkat tinggi Wang Fuk Court itu.
Polisi memeriksa apakah bahan-bahan yang digunakan dalam renovasi menara seperti kisi-kisi bambu yang dibungkus jaring plastik hijau, membantu penyebaran api.
Bambu-bambu itu dirakit agar mudah menjangkau lokasi yang tinggi sekalipun.
Sementara jaring plastik bertujuan untuk menahan debu dan material yang bisa jatuh dari lantai atas gedung.
Hal yang sama dilakukan di Indonesia namun akhir-akhir proyek besar di Indonesia sudah jarang menggunakan bambu melainkan batang besi yang dirakit.
Tradisi di Hong Kong pakai bambu
Hong Kong adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana perancah bambu masih lazim digunakan dalam konstruksi.
Tiang-tiang yang saling bersilangan ini masih banyak dipakai di Hong Kong untuk merenovasi bangunan-bangunan yang sudah ada.
Mengapa Hong Kong mengandalkan bambu untuk perancah?
Perancah bambu adalah praktik berusia ribuan tahun yang berasal dari Tiongkok daratan.
Kerajinan ini menjadi populer di Hong Kong pada tahun 1960-an seiring dengan ledakan ekonomi yang mendorong pertumbuhan konstruksi di seluruh kota.
Sementara wilayah daratan telah beralih ke rangka logam untuk mendukung proyek pembangunan dan pemeliharaan, Hong Kong masih bergantung pada ribuan pekerja terampil yang berspesialisasi dalam mengikat tiang bambu yang lebih ringan, lebih murah, dan berlimpah bersama-sama dalam pola yang saling terkait.
Baca tanpa iklan