Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
Live
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Utusan AS dan Putin Bertemu Hari Ini Bahas Ukraina, Pakar: Perdamaian Tak Akan Tercapai

Utusan AS Steve Witkoff akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (2/12/2025) hari ini untuk membahas perdamaian di Ukraina.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Utusan AS dan Putin Bertemu Hari Ini Bahas Ukraina, Pakar: Perdamaian Tak Akan Tercapai
lowyinstitute.org/Britannica/kolase tribunnews
PERDAMAIAN UKRAINA - Presiden AS Donald Trump berhasil membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang akan berlangsung di lokasi yang belum ditentukan. Utusan Khusus AS, Steve Witkoff akan bertemu dengan Putin di Moskow, Rusia untuk membahas perdamaian di Ukraina, meski para pakar menyebut kesepakatan tak akan tercapai. 
Memuat video…

Pertemuan ini menjadi bagian dari gelombang diplomasi baru setelah proposal awal 28 poin bocor, yang memicu dorongan untuk negosiasi perdamaian yang lebih konkret antara kedua belah pihak.

Pakar: Perdamaian Tak Akan Tercapai

Para analis dan pakar politik internasional menegaskan bahwa rencana perdamaian yang diajukan kubu Trump tidak memiliki daya ungkit yang cukup untuk mengubah sikap maksimalis Moskow dan Kyiv.

Meskipun diplomasi telah dilakukan selama berminggu-minggu, sinyal yang muncul menjelang pertemuan Witkoff di Moskow menunjukkan kondisi yang suram.

Mengutip Kyiv Independent, proposal perdamaian 28 poin yang diajukan AS sempat menimbulkan keterkejutan dan kekhawatiran di Kyiv.

Menurut laporan, proposal awal tersebut sangat mirip dengan dokumen yang pernah diajukan Rusia pada Oktober 2025.

Poin-poin kunci dalam proposal, seperti pengakuan kontrol Rusia atas Krimea dan Donbas, pembatasan militer Ukraina, dan penghentian ambisi Kyiv untuk bergabung dengan NATO, secara jelas merefleksikan tuntutan jangka panjang Kremlin.

Oleksiy Melnyk, Direktur Program Hubungan Luar Negeri dan Keamanan Internasional di Razumkov Center, Kyiv, bahkan berpendapat bahwa proposal itu "terlihat seperti dirancang untuk membantu kapitulasi Ukraina".

Rekomendasi Untuk Anda

Persoalan utama yang menjadi penghalang adalah benturan langsung antara tuntutan kedua belah pihak yang tidak dapat dinegosiasikan.

Di satu sisi, Putin telah menegaskan bahwa gencatan senjata hanya akan terjadi jika Ukraina menarik pasukannya dari wilayah yang diduduki Rusia — sebuah tuntutan yang tidak dapat diterima oleh Kyiv.

Baca juga: Korban Tewas Tentara Rusia Terverifikasi 152 Ribu Personel, Moskow Bombardir kota Dnipro Ukraina

Moskow juga bertujuan untuk menganeksasi wilayah, memblokir jalur Ukraina menuju NATO, dan melemahkan kemampuan pertahanannya.

Di sisi lain, Kyiv berpegang teguh pada prinsipnya, yakni tidak ada pembatasan aliansi atau militer, dan tidak ada pengakuan atas pendudukan Rusia terhadap wilayah kedaulatan Ukraina.

"Sesuatu yang signifikan harus berubah di lapangan sehingga salah satu atau kedua belah pihak dapat menyimpulkan bahwa mereka hanya memiliki sedikit atau tidak ada keuntungan sama sekali jika melanjutkan perang," kata pakar politik internasional, Jenny Mathers.

Langkah besar selanjutnya dalam proses perdamaian Trump adalah pertemuan yang direncanakan antara Witkoff dan Putin.

Witkoff diharapkan menyampaikan versi kerangka perdamaian yang telah direvisi dan lebih dapat diterima oleh Ukraina.

Namun, ekspektasi untuk mencapai terobosan tetap sangat rendah.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas