Trump Wanti-Wanti Israel, Minta PM Netanyahu Jangan Sentuh Suriah
Trump desak Netanyahu tak menyerang Suriah, demi menjaga stabilitas pemerintahan baru Ahmed al-Sharaa yang didukung AS setelah tumbangnya rezim Assad.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Kedekatan ini diperkuat setelah Sharaa melakukan kunjungan bersejarah ke Gedung Putih pada November 2025.
Pertemuan itu menandai awal hubungan bilateral yang lebih terbuka, di mana Washington secara eksplisit menyatakan dukungannya terhadap proses rekonstruksi Suriah.
Pemerintahan Trump menilai bahwa Sharaa menunjukkan kesiapan bekerja sama dalam isu keamanan regional, termasuk pengurangan pengaruh Iran, pengendalian kelompok milisi, dan menciptakan zona yang lebih aman bagi stabilitas kawasan.
Dari sudut pandang AS, pemerintahan Sharaa adalah mitra yang dapat membantu memulihkan keseimbangan geopolitik Timur Tengah, terutama setelah bertahun-tahun dominasi militer dan intelijen Iran di Suriah.
Kepentingan strategis inilah yang membuat Washington bersikap lebih protektif terhadap Suriah di bawah Sharaa.
AS melihat stabilitas internal Suriah sebagai investasi politik jangka panjang.
Jika negara itu kembali jatuh dalam kekacauan akibat serangan eksternal, upaya rekonstruksi dan penguatan diplomasi yang sedang dibangun dapat runtuh seketika.
Karena itulah Trump memperingatkan Israel agar tidak melancarkan serangan tambahan ke wilayah Suriah, terutama setelah operasi Israel di selatan negara itu dalam beberapa pekan terakhir kembali memicu ketegangan.
(Tribunnews.com / Namira)