Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengungsi di Gaza Terjebak Cuaca Ekstrem, INH: Selimut Musim Dingin Dibutuhkan

Hujan lebat yang mengguyur Jalur Gaza pada 25 November menyebabkan banjir dan merendam puluhan ribu tenda pengungsian. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Pengungsi di Gaza Terjebak Cuaca Ekstrem, INH: Selimut Musim Dingin Dibutuhkan
Tribunnews.com/Istimewa/HO
BANTUAN UNTUK GAZA - Lembaga kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) kembali menyalurkan bantuan darurat bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang kini menghadapi musim dingin ekstrem di tengah situasi konflik dan krisis kemanusiaan yang terus berlanjut. Ribuan paket selimut musim dingin didistribusikan kepada para pengungsi yang tinggal di Kamp Pengungsian Al-Sheikh Radwan, Gaza City, Palestina. 

Selain distribusi selimut, INH juga menyalurkan program air bersih untuk pengungsi di Gaza Utara.

Melalui program 'Air Bersih November 2025', yang resmi diimplementasikan sepanjang bulan ini. Dengan anggaran sebesar USD20.000, proyek ini berhasil menyalurkan 500 meter kubik air bersih kepada warga yang selama berbulan-bulan menghadapi krisis ketersediaan air akibat kerusakan infrastruktur dan akses yang terbatas.

"Program ini memberi manfaat langsung bagi 166.666 jiwa, terutama keluarga yang tinggal di wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi. Air bersih didistribusikan melalui truk tangki ke titik-titik pengungsian, kawasan pemukiman padat, serta fasilitas umum yang sebelumnya tidak dapat berfungsi karena minimnya suplai air," jelasnya.

Baca juga: Indonesia Bakal Kirim 3.650 Personel TNI AU ke Gaza: Ada Pilot hingga Pasukan Khusus

Menurutnya, pasokan air bersih ini sangat penting untuk mendukung kebutuhan dasar warga, mulai dari konsumsi harian, kebersihan, hingga pencegahan penyakit. 

"Setiap liter air yang tiba di Gaza Utara hari ini berarti harapan untuk bertahan," ujar Qaddoura.

Dengan situasi kemanusiaan yang masih jauh dari stabil, pelaksanaan proyek ini menjadi bukti bahwa dukungan internasional dan solidaritas masyarakat global tetap mengalir bagi warga Gaza. Program serupa diharapkan dapat terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air dan sanitasi yang sangat mendesak.  

Program ini diharapkan dapat meringankan penderitaan ribuan keluarga Palestina yang masih hidup dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan.

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas