Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Peta Aliansi Venezuela saat Hubungan dengan Amerika Serikat Memanas

Venezuela telah memperluas hubungan diplomatik di seluruh dunia. Aliansi global Venezuela adalah dengan Rusia, Tiongkok, Iran dan Turki.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Peta Aliansi Venezuela saat Hubungan dengan Amerika Serikat Memanas
Kolase Instagram @realdonaldtrump/@nicolasmaduro
TRUMP VS MADURO - Presiden AS Donald Trump dalam postingan Instagram 15 Oktober 2025, menunjukkan buku karya putranya, Eric Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam postingan Instagram 18 November 2025 saat tampil di sebuah program televisi (kiri). Venezuela telah memperluas hubungan diplomatik di seluruh dunia sambil menjauhkan diri dari AS. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump memperingatkan Nicolas Maduro agar mundur, dengan ancaman penggunaan kekerasan dan penutupan wilayah udara Venezuela, di tengah operasi militer besar AS di Karibia.
  • Ketegangan meningkat karena tuduhan Washington bahwa Maduro terlibat dalam perdagangan narkotika dan organisasi kriminal
  • Sementara itu Venezuela menilai langkah AS sebagai upaya menggulingkan rezim dan menguasai sumber daya alamnya.


TRIBUNNEWS.COM -
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bahwa AS dapat menggunakan kekerasan jika ia tidak mundur secara sukarela, menurut Wall Street Journal.

Pernyataan pada hari Sabtu (30/11/2025), itu muncul beberapa jam setelah Trump mengatakan bahwa wilayah udara di atas dan di sekitar negara Amerika Selatan tersebut harus dianggap ditutup seluruhnya.

“Kepada seluruh Maskapai Penerbangan, Pilot, Pengedar Narkoba, dan Pedagang Manusia, mohon pertimbangkan bahwa WILAYAH UDARA DI ATAS DAN DI SEKITAR VENEZUELA DITUTUP SELURUHNYA. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini! PRESIDEN DONALD J. TRUMP,” tulis Trump di Truth Social.

Masih belum jelas apakah Trump mengisyaratkan perubahan kebijakan baru atau hanya menambah tekanan terhadap Maduro.

Pernyataan tersebut muncul setelah berbulan-bulan operasi militer AS di Laut Karibia dan Pasifik timur, di mana pasukan Amerika berulang kali menargetkan kapal-kapal kecil yang dituduh menyelundupkan narkotika.

Lebih dari 80 orang tewas dalam serangan maritim ini sejak awal September.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam beberapa bulan terakhir, AS juga menerbangkan pesawat pengebom strategis di dekat wilayah udara Venezuela dan mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford ke kawasan tersebut.

Kedatangan kapal induk ini dinilai sebagai unjuk kekuatan terbesar AS di Karibia dalam beberapa dekade.

Misi yang dijuluki “Operasi Southern Spear” kini mencakup hampir selusin kapal Angkatan Laut dan sekitar 12.000 pelaut serta marinir.

Mengapa Trump Mengancam Venezuela dan Nicolás Maduro?

Mengutip HindustanTimes.com, ketegangan antara AS dan Venezuela meningkat drastis pada tahun 2025, ketika Trump mengesahkan pengerahan militer dan serangan udara yang memicu kekhawatiran terjadinya konflik langsung.

Trump sebelumnya berjanji untuk menghentikan peredaran narkoba seperti fentanil selama kampanye 2024.

Sejumlah serangan dilaporkan dilancarkan terhadap dugaan operasi perdagangan narkotika.

Baca juga: Tolak Ajakan Damai Trump, Maduro Tegas: Venezuela Tak Akan Jadi Budak AS

AS juga menegaskan bahwa mereka tidak mengakui Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela.

Pada bulan Maret, Trump menandatangani proklamasi yang melabeli organisasi kriminal Venezuela, Tren de Aragua, sebagai Organisasi Teroris Asing.

Proklamasi tersebut menuduh kelompok itu menyusup ke AS dan melancarkan “perang tidak teratur” terhadap komunitas Amerika.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas