5 Populer Internasional: Netanyahu Minta Sidang Korupsinya Ditunda - Mengenal 'Golden Triangle'
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya PM Israel Benjamin Netanyahu meminta penundaan persidangan kasus korupsinya.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- PM Israel Benjamin Netanyahu meminta penundaan persidangan kasus korupsinya setelah mengajukan amnesti ke presiden.
- BNN bersama otoritas Kamboja berhasil menangkap buronan narkotika Dewi Astutik alias Mami yang beroperasi di kawasan Golden Triangle.
- Selain itu, Rusia menuduh Filipina mengirim tentara ke Ukraina namun dibantah tegas, seorang pegawai gym di Tiongkok viral karena ikut kompetisi binaraga dengan tubuh gempal, dan polisi Jepang menangkap pemagang asal Indonesia atas kasus pelecehan.
TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dapat disimak di sini.
PM Israel Benjamin Netanyahu meminta persidangan kasus korupsinya ditunda.
Sementara itu, istilah Golden Triangle menjadi sorotan setelah buronan gembong narkotika Dewi Astutik alias Mami, ditangkap.
Berikut berita populer selengkapnya dalam 24 jam terakhir.
1. Netanyahu Minta Pengadilan Tunda Persidangan Usai Ajukan Ampunan ke Presiden Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengajukan permintaan resmi kepada pengadilan untuk menunda persidangan korupsi yang tengah berlangsung, menyusul pengajuan permohonan pengampunan kepada Presiden Isaac Herzog.
Permintaan pembatalan kehadiran dalam persidangan diajukan Netanyahu pada Selasa (2/12/2025).
Menandai babak baru dalam kasus hukum yang telah berlangsung hampir enam tahun, setelah sehari sebelumnya Netanyahu untuk pertama kalinya hadir dalam persidangan kasus korupsi yang menjerat dirinya.
Menurut pengacara Netanyahu, kehadiran Perdana Menteri di pengadilan bertujuan untuk menunjukkan komitmen terhadap proses hukum sambil tetap menjalankan tugas pemerintahan.
Mereka menambahkan bahwa permintaan amnesti merupakan langkah yang dianggap menguntungkan bagi kestabilan politik dan pemerintahan Israel.
Oleh karena itu, Netanyahu memilih muncul sekarang karena sebelumnya ia sedang menunggu tanggapan resmi dari Presiden Herzog atas permintaan pengampunan.
Namun pengacara Netanyahu, Amit Hadad, menyampaikan kepada pengadilan bahwa persidangan yang berlarut-larut menimbulkan ketegangan politik dan memperdalam perpecahan di masyarakat.
Baca juga: Trump Peringatkan Israel agar Tak Ikut Campur di Suriah, Klaim demi Perdamaian Timur Tengah
Ia juga menegaskan bahwa kelanjutan persidangan memperdalam perpecahan di Israel dan mengganggu persatuan nasional.
Sehingga penundaan persidangan perlu dilakukan guna memungkinkan perdana menteri mengarahkan seluruh waktu dan energi untuk menangani isu-isu strategis Israel.
Buntut alasan tersebut, jaksa penuntut tidak keberatan dengan penundaan sidang tersebut.
Pengadilan pun mengabulkan permintaan Netanyahu dan membatalkan sidang untuk Selasa (2/12/2025) waktu setempat.
2. Mengenal 'Golden Triangle', Tempat Beroperasi Gembong Narkoba Dewi Astutik yang Dicokok BNN
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja serta BAIS TNI berhasil mencokok Dewi Astutik alias Mami, buronan gembong narkotika yang menyelundupkan dua ton sabu jaringan Golden Triangle.
Dewi Astutik ditangkap di kawasan Sihanoukville, Kamboja.
Dewi Astutik biasa beroperasi di kawasan Golden Triangle.
Seusai diamankan, Dewi Astutik dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antar otoritas.
Setiba di Indonesia, Dewi Astutik akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara.
Jejaring ini diketahui beraktivitas dalam pengambilan dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, menuju Asia Timur dan Asia Tenggara.
Dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025) operasi senyap lintas negara ini dipimpin oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan atas perintah dari Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Pencarian terhadap Dewi Astutik dilakukan secara terus menerus melalui tim khusus operasi pengejaran buronan internasional.
Lalu apakah kawasan Golden Triangle tersebut?
Golden Triangle atau segitiga emas merupakan perbatasan Thailand, Myanmar dan Laos.
Pertemuan antara tiga negara ini berada di Sungai Mekong dan Sungai Ruak.
Istilah Segitiga Emas yang pertama kali diciptakan pada tahun 1971 oleh Asisten Menteri Luar Negeri AS, Marshall Green.
Secara geografis segitiga emas dikenal sebagai salah satu pusat utama produksi opium dan heroin di dunia.
Baca juga: Putin Datangi Pos Komando Perang, Tentara Rusia Rebut Kota Penting Pokrovsk di Ukraina Timur
Kawasan tersebut bahkan menjadi pemasok sekitar 60 persen stok opium dan heroin dunia. Total profit dari kawasan tersebut tembus 160 miliar dolar AS per tahun.
3. Rusia Klaim Filipina Kirim Tentara ke Ukraina, Manila Tegas Bantah dan Sebut Berita Palsu
Pemerintah Filipina menepis tuduhan Rusia yang menyebut warga negara Filipina direkrut untuk berperang di Ukraina.
Klaim tersebut dinilai tidak berdasar dan bagian dari disinformasi Moskow yang menyasar Asia Tenggara.
Klaim pertama kali disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
Kantor berita pemerintah Rusia, Tass memberitakan, Zakharova menuduh “perwakilan Amerika Serikat” merekrut orang Filipina melalui sebuah perusahaan keamanan untuk ditempatkan di Ukraina.
Namun Istana Kepresidenan Filipina, Departemen Luar Negeri (DFA), serta Kedutaan Besar Ukraina di Manila menegaskan tuduhan itu adalah berita palsu, tanpa satu pun bukti yang dapat diverifikasi.
Asian Journal melaporkan seluruh lembaga tersebut telah menyampaikan bantahan resmi.
Wakil Sekretaris Pers Istana, Claire Castro, mengatakan bahwa DFA sudah menerima penolakan tegas dari Kedutaan Besar Ukraina, yang memastikan tidak pernah ada program perekrutan warga Filipina untuk perang.
Castro menegaskan informasi yang beredar hanyalah unggahan daring yang tidak memiliki dasar fakta.
Menurut laporan Inquirer, pihak Ukraina menilai klaim Rusia sebagai bagian dari pola disinformasi berulang yang ditujukan untuk merusak hubungan internasional Kyiv.
Narasi serupa juga pernah muncul di Korea Selatan dan telah dibantah secara resmi.
Kedutaan Ukraina di Manila menyebut tuduhan tersebut sebagai “rekayasa tak berdasar”.
4. Tak Malu Perut Buncit, Pegawai Gym Ini Jadi Sorotan dalam Ajang Binaraga di Tiongkok
Baca juga: Menko Airlangga: Banjir EV China Bikin Harga Mobil Turun, Rata-rata Rp 300 Jutaan
Seorang pria bertubuh gempal di Tiongkok menjadi viral setelah tampil dalam sebuah kompetisi binaraga dan beradu dengan para peserta berotot.
Video Chen Hao (28) saat mengikuti Chongqing Yongchuan District Youth Fitness and Bodybuilding Competition dan pemilihan College/University Sports Supermodel pada 23 November di wilayah barat daya Tiongkok viral di media sosial, demikian laporan Nanguo Morning Post.
Dikutip dari SCMP, Chen tampak sangat berbeda dibanding para pesaingnya yang berotot kekar.
Saat peserta lain memamerkan tubuh mereka secara profesional, Chen yang belum terlatih tampak harus menoleh ke kiri dan kanan untuk meniru gerakan rivalnya.
Aksi Chen bukan hanya mengundang tawa penonton tapi juga membuat para peserta lain berusaha menahan senyum.
Tidak mengherankan Chen otomatis tersingkir pada babak pertama.
Namun ternyata ini membuatnya semakin populer di media sosial.
Banyak orang memuji keberaniannya.
Menurut laporan, ajang tersebut memang tidak menetapkan batasan ketat terkait bentuk tubuh atau usia.
Chen, yang memiliki tinggi 1,65 meter dan berat 87,5 kilogram, tidak memiliki latar belakang latihan binaraga.
Ia mengatakan mengikuti kompetisi ini untuk menampilkan dirinya di depan publik.
Sehari-hari Chen bekerja sebagai staf administrasi di sebuah gym di Chongqing.
Sesekali ia berolahraga, namun mengaku mengalami kenaikan berat badan akibat pola makan yang tidak diimbangi latihan.
Ia bahkan menyebutkan bahwa beberapa tahun lalu beratnya hanya 67,5 kilogram.
5. Polisi Jepang Tangkap Pemagang Indonesia Berusia 20 Tahun Pelaku Begal Payudara Gadis Remaja
Seorang peserta magang teknis asal Indonesia, berusia 20 tahun, kembali ditangkap oleh kepolisian Prefektur Osaka, Jepang, Senin (1/12/2025).
Ia ditangkap atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang gadis remaja.
Pria yang sama sebelumnya ditangkap pada 15 Oktober lalu karena diduga membobol rumah seorang perempuan di Osaka dengan maksud tidak senonoh.
Menurut sumber kepolisian, pemagang tersebut diduga melakukan pelecehan seksual pada seorang gadis belasan tahun di sebuah promenade taman di Prefektur Osaka pada malam 2 Oktober.
Peristiwa itu terjadi saat gadis tersebut sedang berjalan dan pria tersebut melintas dengan sepeda, kemudian meraba payudaranya dari balik pakaian.
Polisi memeriksa rekaman kamera keamanan di sekitar taman dan menemukan sosok pria yang mencurigakan berkeliling sejauh sekitar 10 kilometer, dua jam sebelum kejadian.
Pemagang tersebut sebelumnya juga ditangkap dan didakwa pada November 2025 terkait dugaan pembobolan rumah perempuan berusia 20-an.
Baca juga: Imbas Ketegangan Cina-Jepang, Bandara Kansai Pangkas 34 Persen Penerbangan Tiongkok
Dalam pemeriksaan, ia mengaku bahwa peningkatan hormon membuatnya melakukan tindakan yang tidak pantas.
"Benar, saya menyentuh payudaranya," kata pria tersebut saat diinterogasi.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini.
(Tribunnews.com)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.