Cuaca Panas Ekstrem Ancam Piala Dunia 2026, Messi Diuntungkan Dibanding Ronaldo
Cuaca panas ekstream di Piala Dunia 2026 akan menguntungkan tim Amerika Latin daripada Eropa.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Ali yakub
Ringkasan Berita:
- Panas ekstrem mengancam Piala Dunia 2026, dengan lebih dari sepertiga pertandingan berpotensi berlangsung dalam suhu dan kelembapan tinggi.
- Tim Eropa tentu wajib beradaptasi termasuk Portugal yang mendapatkan dukungan dari gelandang PSM Makassar, Muhammad Arfan.
- Sedangkan tim Amerika Latin dinilai lebih diuntungkan karena terbiasa bermain dalam cuaca panas. Seperti Brasil yang menjadi juara edisi 1994 di Amerika Serikat.
TRIBUNNEWS.COM - Piala Dunia 2026 akan segera dimulai pekan depan di 16 stadion yang tersebar di seluruh Amerika Utara, bertepatan dengan meningkatnya suhu musim panas di berbagai kota tuan rumah.
Di tengah euforia turnamen, jutaan penggemar hingga pemain diperkirakan menghadapi risiko paparan panas berbahaya.
Lebih dari sepertiga pertandingan Piala Dunia 2026 berpotensi berlangsung dalam kondisi panas dan kelembapan tinggi yang tergolong berisiko.
Selain itu, puluhan laga lainnya juga masuk dalam kategori risiko panas sedang. Sejumlah pertandingan berisiko tinggi bahkan mencakup laga-laga penting, termasuk perebutan tempat ketiga hingga partai final.
“Para pemain bisa kepanasan, begitu juga para petugas pertandingan,” kata ilmuwan iklim dari Queen’s University Belfast, Donal Mullan, yang turut meneliti risiko panas di Piala Dunia 2026, dikutip dari NPR.
“Mereka juga bisa terlalu panas dan mengalami gangguan serius. Ini sudah pernah terjadi pada beberapa orang,” tambahnya.
Menanggapi temuan tersebut, FIFA menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan semua pihak yang terlibat, mulai dari pemain, wasit, suporter, hingga staf.
FIFA menyebut telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, seperti penyesuaian jadwal pertandingan ke waktu yang lebih sejuk, penambahan waktu istirahat minum, serta penyediaan pendingin di area bangku cadangan.
“Pertandingan luar ruangan pada jam terpanas telah dibatasi secara strategis, waktu kick-off disesuaikan, dan laga yang berpotensi berlangsung pada suhu tinggi diprioritaskan di stadion tertutup bila memungkinkan,” tulis FIFA.
Baca juga: Timnas Portugal Layak Juara Piala Dunia 2026, Skuad Dipenuhi Pemain Berprestasi Musim Ini
Selain itu, berbagai fasilitas pendinginan akan diaktifkan di stadion, termasuk area berbayang, sistem semprotan kabut, bus pendingin, serta distribusi air yang diperluas saat kondisi panas ekstrem.
Namun demikian, FIFA tidak menjelaskan lebih lanjut alasan sejumlah pertandingan tetap dijadwalkan di lokasi dan waktu yang dinilai berisiko tinggi.
Adaptasi Tim Eropa
Di beberapa kota tuan rumah seperti Houston dan Dallas, stadion bahkan dilengkapi atap yang dapat dibuka-tutup serta sistem pengatur suhu untuk membantu mengurangi dampak cuaca panas.
Tercatat enam kota penyelenggara yakni Miami, Houston, Dallas, Monterrey, Kansas City, dan Atlanta akan berpotensi mengalami suhu minimal 32 derajat Celsius, dikutip dari BBC.
Kondisi ini juga sudah mulai dirasakan oleh Timnas Inggris saat sesi latihan pembuka di West Palm Beach, Florida, dengan suhu mencapai lebih dari 32 derajat Celsius.
Meski demikian, The Three Lions disebut memiliki sejumlah strategi adaptasi, salah satunya penggunaan alat pendingin telapak tangan yang kini semakin populer di kalangan atlet profesional, termasuk di Manchester United.