Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Kembali Dilakukan, Libatkan Perusahaan Robot
Sempat terhenti, pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 kembali dilakukan pada akhir bulan ini dan melibatkan perusahaan robot.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, juga menyatakan apresiasi.
"Kami telah mencatat laporan yang relevan dan menghargai upaya yang dilakukan oleh pihak Malaysia," ucap Lin Jian.
Kementerian Transportasi Malaysia menegaskan kembali komitmennya dalam sebuah pernyataan.
"Perkembangan terbaru ini menggarisbawahi komitmen Pemerintah Malaysia dalam memberikan penutupan bagi keluarga yang terkena dampak tragedi ini," tulis pernyataan tersebut.
Sebelumnya, pada tahun 2018, investigasi resmi Malaysia menyimpulkan pesawat tersebut berbelok arah secara manual di udara, dan tidak dapat mengesampingkan adanya "gangguan melanggar hukum oleh pihak ketiga".
Laporan tersebut menolak teori bunuh diri pilot atau kegagalan mekanis sebagai penyebab hilangnya pesawat.
Pesawat Boeing 777 tersebut hilang dari radar pada 8 Maret 2014, saat melakukan penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Meskipun operasi pencarian multinasional berskala besar sebelumnya gagal menemukan petunjuk lokasi utama, beberapa fragmen kecil puing pesawat, termasuk bagian sayap, telah terdampar di sepanjang pantai timur Afrika dan beberapa pulau di Samudra Hindia.
Bagian sayap yang ditemukan di Pulau Reunion, Prancis, pada 2015 telah dikonfirmasi berasal dari MH370, menjadikannya satu-satunya jejak fisik dari pesawat yang hilang.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan