Rusia-India Makin Akrab, Putin Temui Narendra Modi di Delhi
Presiden Rusia Putin menghadiri KTT tahunan India-Rusia ke-23 di Delhi dan bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Sementara itu, Putin berharap dapat meningkatkan kerja sama bilateral pada hari kedua kunjungannya.
"Kami mengharapkan perspektif dan hubungan baru dengan dunia bisnis, pendidikan, dan juga tenaga kerja," kata Putin kepada ANI, Jumat (5/12/2025).
"Jadi, kami pikir ada banyak sekali peluang, dan kami seperti berada di awal perjalanan karena kami memiliki banyak hubungan dengan berbagai negara, terutama dengan India, dan secara historis kami memiliki banyak proyek menarik sebelum Uni Soviet menjadi negara besar, dan sekarang kami pikir kami dapat merangkum proyek-proyek baru dan perspektif baru kami," jelasnya.
India menjamu Putin di tengah upaya mempertahankan hubungan bilateral setelah negara Asia Selatan itu manut dengan permintaan Amerika Serikat untuk mengurangi membeli minyak Rusia.
Negara itu merupakan salah satu pelanggan minyak Rusia sejak tahun 2022, namun mengurangi pembeliannya setelah mendapat tekanan dari AS, menyusul sanksi yang dijatuhkan AS ke produsen minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, beberapa bulan lalu.
KTT India-Rusia merupakan hasil dari kemitraan yang terjalin sejak tahun 1955.
Acara tersebut juga mengenang kunjungan pemimpin Soviet Nikolai Bulganin dan Nikita Khrushchev ke India.
"Hubungan ini bahkan sudah terjalin lebih lama lagi. Tepat 70 tahun yang lalu, dua pemimpin tertinggi Uni Soviet datang ke India. Nikolai Bulganin dan Nikita Khrushchev berada di sana selama 19 hari yang luar biasa: dari 18 hingga 30 November 1955, dan kembali lagi dari 7 hingga 14 Desember 1955. Kunjungan ini menyusul perjalanan Jawaharlal Nehru ke Uni Soviet enam bulan sebelumnya," kata Sekretaris Jenderal Kongres yang bertanggung jawab atas komunikasi Jairam Ramesh pada hari Kamis.
Sejak invasinya ke Ukraina, Rusia berupaya mempertahankan hubungannya dengan negara-negara yang menjadi mitranya, termasuk India.
Namun, Presiden AS Donald Trump yang kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, telah mengancam negara-negara mitra Rusia dengan sanksi dagang, di mana India merupakan salah satu negara yang terdampak.
Meski harus mengurangi pembelian minyak Rusia karena tekanan AS, India juga berupaya untuk mempertahankan hubungan baik dengan Rusia.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)