Rusia-India Makin Akrab, Putin Temui Narendra Modi di Delhi
Presiden Rusia Putin menghadiri KTT tahunan India-Rusia ke-23 di Delhi dan bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin pertama kali menginjakkan kaki di India dalam kunjungan kenegaraan sejak ia meluncurkan invasi ke Ukraina tahun 2022.
Kunjungan tersebut dalam rangka KTT tahunan India-Rusia ke-23 di Delhi pada 4-5 Desember 2025.
Putin tiba di India pada hari Kamis dengan didampingi oleh rombongan delegasi termasuk Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov.
The Moscow Times menyebutkan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi menjamu Putin dengan makan malam pribadi pada Kamis (4/12/2025).
Pada makan malam tersebut, Modi memberikan Kitab Suci Bhagavadgita dalam bahasa Rusia kepada Putin.
Pada hari berikutnya, Putin akan menerima resepsi seremonial di halaman depan Rashtrapati Bhavan pada pukul 11 pagi waktu setempat, yang akan diikuti dengan kunjungan ke Rajghat, di mana ia akan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan Mahatma Gandhi.
KTT tahunan India-Rusia ke-23 akan dimulai pukul 11.50 pagi waktu setempat di Hyderabad House.
Setelah pertemuan antara kedua kepala negara, yang diperkirakan berlangsung beberapa jam, pernyataan pers oleh Narendra Modi dan Vladimir Putin di tempat pertemuan sekitar pukul 13.50 waktu setempat.
Presiden Putin kemudian akan menghadiri acara bisnis sekitar pukul 15.40 waktu setempat, lapor Hindustan Times.
Setelah itu, ia akan bertemu dengan Presiden Droupadi Murmu di Rashtrapati Bhawan.
Presiden Rusia kemudian akan bertolak ke Moskow sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Baca juga: Eropa Khawatir AS akan Khianati Mereka dan Paksa Ukraina Menyerah
Apa yang akan Dibahas di KTT India-Rusia?
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan sistem pertahanan udara S-400 Rusia akan menjadi topik diskusi penting dalam pertemuan Putin dan Modi di India, menandakan upaya mempererat kerja sama pertahanan.
India menerima tiga dari lima unit yang dipesannya pada tahun 2018, tetapi pengiriman sisanya telah tertunda karena sanksi Barat dan masalah rantai pasokan yang berasal dari perang di Ukraina.
Pada hari Kamis, Menteri Pertahanan India, Uni Rajnath Singh dan Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov memimpin Sidang ke-22 Komisi Antarpemerintah India-Rusia tentang Kerjasama Militer dan Teknis Militer di Manekshaw Centre di New Delhi.
Keduanya menegaskan kembali kemitraan bilateral berakar pada rasa saling percaya, prinsip bersama, dan rasa hormat, lapor NDTV.
Sementara itu, Putin berharap dapat meningkatkan kerja sama bilateral pada hari kedua kunjungannya.
"Kami mengharapkan perspektif dan hubungan baru dengan dunia bisnis, pendidikan, dan juga tenaga kerja," kata Putin kepada ANI, Jumat (5/12/2025).
"Jadi, kami pikir ada banyak sekali peluang, dan kami seperti berada di awal perjalanan karena kami memiliki banyak hubungan dengan berbagai negara, terutama dengan India, dan secara historis kami memiliki banyak proyek menarik sebelum Uni Soviet menjadi negara besar, dan sekarang kami pikir kami dapat merangkum proyek-proyek baru dan perspektif baru kami," jelasnya.
India menjamu Putin di tengah upaya mempertahankan hubungan bilateral setelah negara Asia Selatan itu manut dengan permintaan Amerika Serikat untuk mengurangi membeli minyak Rusia.
Negara itu merupakan salah satu pelanggan minyak Rusia sejak tahun 2022, namun mengurangi pembeliannya setelah mendapat tekanan dari AS, menyusul sanksi yang dijatuhkan AS ke produsen minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, beberapa bulan lalu.
KTT India-Rusia merupakan hasil dari kemitraan yang terjalin sejak tahun 1955.
Acara tersebut juga mengenang kunjungan pemimpin Soviet Nikolai Bulganin dan Nikita Khrushchev ke India.
"Hubungan ini bahkan sudah terjalin lebih lama lagi. Tepat 70 tahun yang lalu, dua pemimpin tertinggi Uni Soviet datang ke India. Nikolai Bulganin dan Nikita Khrushchev berada di sana selama 19 hari yang luar biasa: dari 18 hingga 30 November 1955, dan kembali lagi dari 7 hingga 14 Desember 1955. Kunjungan ini menyusul perjalanan Jawaharlal Nehru ke Uni Soviet enam bulan sebelumnya," kata Sekretaris Jenderal Kongres yang bertanggung jawab atas komunikasi Jairam Ramesh pada hari Kamis.
Sejak invasinya ke Ukraina, Rusia berupaya mempertahankan hubungannya dengan negara-negara yang menjadi mitranya, termasuk India.
Namun, Presiden AS Donald Trump yang kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, telah mengancam negara-negara mitra Rusia dengan sanksi dagang, di mana India merupakan salah satu negara yang terdampak.
Meski harus mengurangi pembelian minyak Rusia karena tekanan AS, India juga berupaya untuk mempertahankan hubungan baik dengan Rusia.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.