Pasca Bertemu Putin, Menantu Trump Langsung Adakan Pertemuan dengan Ukraina
Menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner melakukan pertemuan dengan pejabat Ukraina setelah bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Dirinya menduga keterlibatan Kushner mungkin menunjukkan bahwa Trump tidak lagi sepenuhnya memercayai Witkoff dan menginginkan seseorang yang lebih dekat untuk mengawasinya.
Kushner, yang dikenal sebagai arsitek Abraham Accords — terobosan diplomatik yang menormalisasi hubungan antara Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain pada tahun 2020 — tidak memegang jabatan resmi di pemerintahan.
Ia bertindak sebagai penasihat informal dan tidak dibayar.
Ancaman Putin
Putin sebelumnya melontarkan ultimatum tegas terkait konflik yang memanas di Ukraina bagian timur.
Dalam pernyataan terbarunya, Putin menegaskan wilayah Donbas — yang secara de facto telah diklaim sebagai bagian dari Federasi Rusia — akan sepenuhnya diambil alih oleh Moskow, baik melalui penarikan sukarela oleh Kyiv atau melalui operasi militer dengan kekuatan penuh.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi sikap Moskow mereka tidak akan menoleransi keberadaan pasukan Ukraina di wilayah yang diklaim Rusia tersebut.
Putin dilaporkan menekankan hanya ada dua opsi bagi Kyiv, yaitu pasukan Ukraina harus segera menarik diri dari wilayah Donbas, atau Kremlin akan menggunakan seluruh kemampuan militernya untuk mengamankan wilayah tersebut secara paksa.
Dikutip dari BBC, Donbas telah menjadi episentrum konflik sejak Rusia melancarkan invasi berskala penuh.
Baca juga: Media Rusia Soroti Berdarahnya NATO Mesti Keluarkan Rp 19,5 T per Bulan Buat Senjata Ukraina
Wilayah ini dianggap Moskow sebagai bagian integral dari Rusia setelah melalui referendum yang ditolak oleh komunitas internasional.
Ultimatum ini dianggap analis sebagai upaya untuk menekan Kyiv agar mengakui tuntutan teritorial Rusia, sekaligus menegaskan tidak adanya ruang untuk kompromi diplomatik dalam waktu dekat terkait perbatasan wilayah yang dipersengketakan.
Pemerintah Ukraina belum memberikan respons resmi secara terperinci terhadap ancaman ini.
Namun Kyiv selama ini secara konsisten menolak semua tuntutan teritorial Rusia dan bersumpah untuk membebaskan setiap jengkal wilayahnya yang diduduki, termasuk Donbas dan Krimea.
Peningkatan retorika dari Kremlin ini diperkirakan akan semakin meningkatkan tensi di garis depan, menandakan bahwa konflik di Ukraina timur akan memasuki fase yang lebih intensif di tengah musim dingin.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan