5 Populer Internasional: Gempa M 7,0 Guncang Alaska - Pohon Natal Raksasa Menyala di Betlehem
Rangkuman berita populer internasional dalam satu hari terakhir, di antaranya gempa dengan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Alaska
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Rangkuman berita populer internasional dalam satu hari terakhir, di antaranya gempa dengan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah perbatasan Alaska–Kanada.
- Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada hari Minggu ini (7/12/2025) bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh 77 drone Ukraina yang diluncurkan selama semalaman.
- Kota suci Betlehem di Tepi Barat menyalakan pohon Natal raksasa di Manger Square
TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer internasional dimulai dari gempa dengan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah perbatasan Alaska–Kanada.
Meski tidak ada peringatan tsunami, warga melaporkan getaran kuat dan barang jatuh
Sementara itu di kota suci Betlehem, Tepi Barat, pohon Natal raksasa menyala untuk pertama kalinya semenjak perang di Gaza.
Berikut berita populer selengkapnya.
1. Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Alaska Perbatasan AS-Kanada
Gempa bumi bermagnitudo 7,0 mengguncang daerah terpencil dekat perbatasan Alaska–Kanada, Sabtu (6/12/2025) sekira pukul 11.41 waktu setempat atau Minggu dini hari pukul 03.41 WIB.
Alaska merupakan negara bagian (state) milik Amerika Serikat (AS) yang terletak di ujung barat laut Amerika Utara.
Alaska berbatasan dengan Kanada di sebelah timur.
Gempa bumi tersebut berlokasi di dekat perbatasan antara Alaska dan wilayah Yukon, Kanada.
Dilansir The Guardian, tidak ada peringatan tsunami setelah gempa terjadi.
Para pejabat mengatakan belum ada laporan awal mengenai kerusakan atau korban luka.
Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS) menyatakan gempa terjadi sekitar 230 mil (370 km) barat laut Juneau, Alaska, dan 155 mil (250 km) sebelah barat Whitehorse, Yukon.
Di Whitehorse, Sersan Polisi Berkuda Kerajaan Kanada (Royal Canadian Mounted Police/RCMP) Calista MacLeod mengatakan unitnya menerima dua panggilan darurat 911 terkait gempa bumi tersebut.
Baca juga: Kronologi Perseteruan Sabrina Carpenter dengan Gedung Putih, Berawal dari Lagu Juno Dipakai ICE
“Gempa itu jelas terasa, banyak orang di media sosial mengatakan mereka merasakannya.” ungkapnya.
Sementara itu seismolog dari Natural Resources Canada, Alison Bird mengatakan bahwa bagian Yukon yang paling terdampak adalah daerah pegunungan yang jarang penduduknya.
“Sebagian besar orang melaporkan barang-barang jatuh dari rak dan dinding,” kata Bird.
“Sepertinya kami belum melihat adanya kerusakan struktural.”
2. Rusia Klaim Tembak Jatuh 77 Drone Ukraina Selama Akhir Pekan Ini
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada hari Minggu ini (7/12/2025) bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh 77 drone Ukraina yang diluncurkan selama semalaman.
Penembakan jatuh puluhan drone milik Ukraina ini pun menambah panjang deretan serangan udara lintas batas oleh kedua pihak dalam konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun ini.
Menurut pernyataan resmi yang diunggah melalui aplikasi Telegram, Pemerintah Rusia mengklaim drone-drone tersebut dijatuhkan di tujuh wilayah di bagian selatan dan tengah Rusia.
Lokasi penembakan Drone tersebut termasuk di wilayah Krimea yang telah dianeksasi oleh Rusia.
Gubernur Rostov, Yuri Slyusar juga melaporkan melalui Telegram bahwa sebuah menara transmisi listrik ikut rusak selama penembakan yang terjadi di wilayah perbatasan Ukraina yang berada sekitar 1.000 km di selatan Moskow.
Yuri mengklaim kejadian ini membuat sekitar 250 warga di Rostov mengalami pemadaman listrik.
Namun demikian, Yuri menegaskan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga membagikan rincian detail terkait penembakan drone dari Ukraina yang terjadi selama akhir pekan ini.
Pihak Rusia mengaku 42 drone dihancurkan di wilayah Saratov, Rusia barat daya, dan 12 lainnya di wilayah Rostov.
Moskow sebelumnya juga telah melancarkan serangan serupa menggunakan drone kepada Ukraina.
Baca juga: PM Qatar Sebut Gencatan Senjata Gaza Capai Momen Kritis, Desak Pasukan Israel Ditarik Sepenuhnya
Sama seperti halnya di Rostov, Rusia juga diduga mengincar jaringan listrik dan kota-kota Ukraina pada musim dingin lalu hingga menjelang musim dingin kali ini.
Adapun serangan ini menyebabkan pemadaman listrik dan memberatkan tim perbaikan di tengah cuaca ekstrem.
3. Pohon Natal Raksasa di Manger Square Betlehem Menyala untuk Pertama Kalinya sejak Perang Gaza
Kota suci Betlehem di Tepi Barat menyalakan pohon Natal raksasa di Manger Square pada Sabtu (6/12/2025).
Ini merupakan pertama kalinya pohon tersebut dinyalakan sejak pecahnya perang di Gaza lebih dari dua tahun lalu, lapor Al Jazeera.
Upacara ini diharapkan dapat mendorong wisatawan kembali dan memberi semangat bagi ekonomi kota yang terpukul.
Ribuan warga Palestina, termasuk keluarga, pejabat, dan turis dari Israel serta Tepi Barat, berkumpul di luar Gereja Kelahiran untuk menyaksikan pohon dihiasi pernak-pernik merah dan emas itu dinyalakan.
"Penyalaan pohon Natal adalah bentuk keceriaan yang dibutuhkan semua orang," kata Nour Odeh dari Al Jazeera.
Meskipun berlangsung selama dua jam, perayaan tahun ini lebih tenang dibanding sebelumnya, hanya diisi himne dan doa untuk perdamaian.
Gereja Kelahiran adalah gereja Kristen kuno yang terletak di Betlehem, Tepi Barat.
Gereja ini diyakini umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus dan menjadi salah satu situs ziarah paling penting di dunia.
Selama dua tahun terakhir, semua perayaan Natal publik dibatalkan karena konflik dan serangan Israel yang hampir setiap hari di Tepi Barat.
4. Presiden Suriah Al-Sharaa Kecam Agresi Israel dan Bahas Pemilu 5 Tahun
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengecam serangkaian serangan Israel yang disebutnya memicu ketegangan regional dan mengalihkan perhatian dari “pembantaian mengerikan” di Gaza.
Peringatan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Christiane Amanpour pada program Newsmaker CNN di Forum Doha, Sabtu (6/12/2025).
Baca juga: Trump Peringatkan Israel agar Tak Ikut Campur di Suriah, Klaim demi Perdamaian Timur Tengah
Al Jazeera melaporkan wawancara tersebut diterbitkan pada 6 Desember 2025.
Al-Sharaa menuduh para pemimpin Israel “mengekspor krisis” ke negara lain dengan memanfaatkan dalih keamanan pasca serangan 7 Oktober.
“Israel telah menjadi negara yang berperang melawan hantu,” ujarnya, dikutip Al Jazeera.
Sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel meningkatkan operasi militernya di Suriah, termasuk serangan udara yang menewaskan ratusan orang dan operasi darat di wilayah selatan.
PressBee melaporkan pasukan Israel juga mendirikan pos pemeriksaan baru serta menahan warga Suriah secara ilegal.
Bulan lalu, sedikitnya 13 warga tewas di Beit Jinn, Damaskus pedesaan, setelah serangan Israel.
“Kami sudah mengirim pesan positif soal perdamaian dan stabilitas regional, tetapi Israel membalas dengan kekerasan ekstrem,” kata al-Sharaa.
Al-Sharaa menyatakan Israel harus kembali ke garis posisi sebelum runtuhnya rezim Assad dan mematuhi Perjanjian Pelepasan 1974 yang menetapkan zona penyangga di Dataran Tinggi Golan.
Ia memperingatkan upaya mengubah pengaturan itu dapat membawa kawasan masuk ke “situasi serius dan berbahaya”.
Pernyataan ini muncul setelah PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan baru dengan Suriah “sudah dalam jangkauan”, termasuk pembentukan zona penyangga demiliterisasi dari Damaskus hingga Jabal al-Sheikh.
Namun al-Sharaa menegaskan, “Suriahlah yang diserang Israel, bukan sebaliknya.”
Terkait persatuan nasional, al-Sharaa menyebut Suriah “sedang menjalani masa terbaiknya”, meski tantangan masih besar.
5. Jepang-China Bersitegang! Tokyo Tuduh Jet Tempur Tiongkok Arahkan Radar Tembakan ke Pesawatnya
Tensi hubungan Jepang-China kembali meningkat.
Kementerian Pertahanan Jepang menuduh dua jet tempur J-15 Tiongkok mengarahkan radar pengendali tembakan ke pesawat Jepang saat terbang di perairan internasional dekat Kepulauan Okinawa pada Sabtu (6/12/2025).
Kepulauan Okinawa cukup jauh dari Tokyo. Jaraknya sekitar 1.500 kilometer ke selatan Tokyo.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi menyebut, tindakan itu “berbahaya dan tidak dapat diterima” dalam pernyataannya di platform X.
Koizumi mengatakan, Tokyo telah mengajukan protes keras kepada Beijing dan menuntut langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.
Ia menilai penyinaran radar menandakan potensi serangan langsung dan memaksa pesawat Jepang melakukan manuver menghindar.
CNN melaporkan bahwa radar tipe ini adalah salah satu bentuk ancaman paling serius dalam pertemuan udara.
Baca juga: Balas China, Kini Jepang Terbitkan Travel Warning ke Tiongkok Jelang Peringatan Nanjing
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Tiongkok atas tuduhan tersebut.
Reuters menuliskan kedua jet J-15 itu lepas landas dari kapal induk Liaoning yang sedang bermanuver bersama tiga kapal perusak rudal di selatan Okinawa.
Insiden ini terjadi di tengah memburuknya hubungan Tokyo–Beijing.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.