Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kronologi Nobar Film 'Pesta Babi' di Ternate Dibubarkan TNI

Upaya pembubaran disebut sudah dimulai sejak panitia melakukan persiapan sekitar pukul 19.30 WIT.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Kronologi Nobar Film 'Pesta Babi' di Ternate Dibubarkan TNI
Tribunnews.com/HO/Tribun Ternate
PEMBUBARAN NOBAR - Kegiatan nobar dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Benteng Oranje dibubarkan aparat TNI pada Jumat (8/5/2026) malam. AJI Ternate dan SIEJ Maluku Utara menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi sipil. 

Ringkasan berita

  • Nobar dan diskusi film dokumenter 'Pesta Babi' di Benteng Oranje, Ternate, dibubarkan aparat Kodim 1501/Ternate pada Jumat malam setelah dinilai berpotensi memicu konflik sosial.
  • Aparat TNI mulai mendatangi lokasi sejak persiapan acara lalu meminta pemutaran dihentikan meskipun panitia tetap melanjutkan pemutaran film karya Watchdoc tersebut.
  • Dandim 1501/Ternate Jani Setiadi menyebut izin dilakukan karena banyaknya penolakan di media sosial dan kondisi Maluku Utara yang dinilai sensitif terhadap isu SARA.
  • Aparat akhirnya hanya mengizinkan kegiatan dilanjutkan dalam bentuk diskusi tanpa pemutaran film.
  • Pembubaran itu memicu kecaman dari berbagai pihak menilai tindakan TNI sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi sipil. 

TRIBUNNEWS.COM, TERNATE - Nonton bareng atau nobar disertai diskusi film dokumenter berjudul 'Pesta Babi' yang diadakan di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, dibubarkan aparat TNI pada Jumat (8/5/2026) malam.

Upaya pembubaran disebut sudah dimulai sejak panitia melakukan persiapan sekitar pukul 19.30 WIT.

Sejumlah anggota Babinsa dan intelijen TNI mendatangi lokasi kegiatan sambil mendokumentasikan seluruh aktivitas persiapan nobar.

Sekitar pukul 21.00 WIT, aparat TNI dari Kodim 1501/Ternate kembali mendatangi lokasi dan meminta panitia menghentikan kegiatan pemutaran film.

Meski demikian, panitia tetap berupaya melanjutkan agenda yang telah direncanakan.

Film dokumenter karya watchdoc itu akhirnya diputar sekitar pukul 21.30 WIT dan dihadiri jurnalis, aktivis lingkungan, anggota AJI Ternate, serta SIEJ.

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak lama setelah pemutaran berlangsung, Dandim 1501 Ternate, Jani Setiadi bersama sejumlah personel TNI kembali mendatangi lokasi dan meminta pemutaran dihentikan.

Kegiatan ini diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Maluku Utara.

Pemberi Izin Dipanggil

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib, yang sebelumnya memberikan izin penggunaan lokasi dipanggil untuk berkoordinasi dengan aparat.

Sekretaris SIEJ, Ikram Salim, juga ikut dipanggil.

Dalam dialog tersebut panitia menjelaskan bahwa film 'Pesta Babi' berkaitan dengan isu lingkungan dan memiliki relevansi dengan berbagai persoalan ekologis di Halmahera yang selama ini menjadi perhatian jurnalis lingkungan.

Namun aparat tetap meminta pemutaran dihentikan dengan alasan isi poster dan film dianggap sensitif serta berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

Aparat juga mengaku menerima penolakan dari sebagian warga di wilayah Gamalama terhadap pemutaran film tersebut.

Setelah negosiasi berlangsung, aparat meminta agenda nobar dihentikan dan kegiatan hanya diperbolehkan dilanjutkan dalam bentuk diskusi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas