Trump Kecewa Zelenskyy Belum Baca Proposal Perdamaian, Ukraina Akui Diskusi dengan AS Berjalan Sulit
Presiden AS Trump kecewa karena Presiden Ukraina tampak tak mendukung proposalnya, tapi Zelenskyy sebut diskusi Ukraina-AS berjalan baik.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Endra Kurniawan
Situasi itu dimanfaatkan Rusia untuk merebut Krimea dan mendukung kelompok separatis di Donbas, sehingga memicu konflik berkepanjangan di timur Ukraina.
Pada 24 Februari 2022, ketegangan berubah menjadi perang terbuka. Dengan alasan melindungi warga keturunan Rusia dan mencegah Ukraina semakin mendekat ke NATO, Moskow melancarkan invasi besar-besaran—tindakan yang memicu kecaman internasional.
Ukraina kemudian mencari dukungan global, terutama dari Amerika Serikat dan negara-negara NATO, guna memperkuat pertahanannya dan menjaga kedaulatan negara.
Di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, berikut perkembangan terbaru terkait perang Rusia–Ukraina.
-
Zelenskyy akan Temui Sekutu Eropa
Zelenskyy diperkirakan akan bertemu dengan sekutu Eropa; Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz pada hari Senin (8/12/2025) di London.
Macron mengatakan mereka akan "membahas" negosiasi perdamaian.
Dua minggu lalu, keempat pemimpin tersebut berpartisipasi dalam pertemuan virtual "The Coallition of Willing", di mana mereka membahas rencana untuk menempatkan pasukan penjaga perdamaian Eropa di Ukraina jika terjadi gencatan senjata.
Presiden Prancis mengecam apa yang disebutnya jalur eskalasi Rusia.
"Kami akan melanjutkan upaya ini bersama Amerika untuk memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina, yang tanpanya perdamaian yang kuat dan langgeng tidak akan mungkin terwujud. Kami harus terus menekan Rusia untuk memaksanya memilih perdamaian," katanya.
-
Hongaria Kirim Delegasi ke Rusia
Perdana Menteri Hongaria yang pro-Putin, Viktor Orbán, mengumumkan pengiriman delegasi bisnis ke Rusia sebagai persiapan untuk mengakhiri perang Ukraina.
Ia mengklaim telah berdiskusi dengan Washington dan Moskow, menegaskan bahwa ia tidak dapat membagikan setiap detailnya.
"Jika Tuhan berkenan dan perang berakhir tanpa menyeret kita ke dalamnya, dan jika presiden Amerika berhasil mengintegrasikan kembali Rusia ke dalam ekonomi global dan sanksi dicabut, kita akan berada dalam lanskap ekonomi yang berbeda," kata Viktor Orbán.
Menurut media di Hongaria, perusahaan minyak dan gas MOL sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi kilang dan stasiun pengisian bahan bakar di Eropa yang dimiliki oleh perusahaan Rusia, Lukoil dan Gazprom, yang keduanya dikenai sanksi AS.
Di bawah kepemimpinan Viktor Orbán, Hongaria tetap bergantung pada minyak dan gas Rusia, mengabaikan keputusan Uni Eropa yang negara-negara lain telah mendiversifikasi impor mereka dari Rusia sejak invasi Februari 2022.
-
Bulgaria Kesal ketika 'Kapal Armada Bayangan Rusia' Ditarik ke Wilayahnya
Bulgaria menyatakan keberatan atas pemindahan kapal tanker Kairos yang rusak ke wilayah perairannya, lebih dari satu minggu setelah kapal itu terkena serangan drone yang diklaim dilakukan oleh Ukraina.
Baca tanpa iklan