Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina Dipangkas Jadi 20 Poin, Zelensky akan Ungkap Isinya
Proposal damai Rusia-Ukraina dipangkas menjadi 20 poin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan mengungkap isinya.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ia menggambarkan pertemuan itu berjalan baik dan produktif.
"Kami bertindak secara terkoordinasi dan konstruktif," kata Zelensky menjelaskan tentang pertemuan itu, Senin.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga mengungkapkan hal yang sama.
"Uni Eropa tetap teguh dalam dukungannya terhadap Ukraina," tulis Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di platform X, Senin.
"Keamanan Ukraina harus dijamin, dalam jangka panjang, sebagai garis pertahanan pertama bagi Uni kita," tambahnya, merujuk pada desakan Ukraina untuk memberikan pencegahan yang kuat terhadap serangan Rusia kembali.
Para pendukung Ukraina di Uni Eropa, termasuk Estonia, Finlandia, Irlandia, Latvia, Lithuania, Polandia, dan Swedia mendesak lembaga tersebut agar melanjutkan upaya menggunakan aset Rusia yang disita.
Mereka mendukung penggunaan aset Rusia untuk mendanai Ukraina dalam perang melawan Rusia, lapor Sky News.
Setelah pertemuan dengan Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menguraikan proposal pinjaman reparasi Uni Eropa untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan guna menutupi kerusakan perang.
"Jadi, semakin lama (Presiden Rusia Vladimir) Putin mengobarkan perang, menumpahkan darah, merenggut nyawa, dan menghancurkan infrastruktur Ukraina, semakin tinggi pula kerugian yang harus ditanggung Rusia," tulis von der Leyen di platform X, Senin.
Rangkaian pertemuan Zelensky dengan para pemimpin Eropa terjadi saat Presiden AS Donald Trump tampak semakin bersemangat untuk mendorong kesepakatan damai dengan proposal awal.
Delegasi AS bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow minggu lalu, tapi tidak ada kemajuan apapun.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)