Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.387: Tanker Dashan Diserang Drone Ukraina di Laut Hitam

Drone Ukraina menghantam tanker Dashan, bagian dari “armada bayangan” Rusia, dalam serangan ketiga dalam dua pekan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.387: Tanker Dashan Diserang Drone Ukraina di Laut Hitam
Tangkap layar YouTube Ukrinform
KONFLIK RUSIA VS UKRAINA - Drone Ukraina menghantam tanker Dashan, bagian dari “armada bayangan” Rusia, dalam serangan ketiga dalam dua pekan. Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina pada hari ke-1.387 pada Kamis (11/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.387 dengan eskalasi baru.
  • Drone Ukraina menghantam tanker Dashan, bagian dari “armada bayangan” Rusia, dalam serangan ketiga dalam dua pekan.
  • AS ditekan soal perundingan damai, sementara Kyiv mengirim proposal baru.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina telah memasuki hari ke-1.387 pada Kamis (11/12/2025).

Konflik panjang ini berawal dari ketegangan yang tersisa setelah bubarnya Uni Soviet pada 1991.

Sejak Ukraina menyatakan kemerdekaannya, hubungan dengan Moskow tidak pernah sepenuhnya stabil, diselimuti perebutan pengaruh dan saling curiga di ranah politik maupun keamanan.

Puncak friksi muncul pada 2014, ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintah Ukraina yang dianggap dekat dengan Rusia.

Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan memberi dukungan kepada kelompok separatis di kawasan Donbas.

Ketegangan tersebut, berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, saat Rusia melancarkan invasi penuh ke wilayah Ukraina.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga kini, pertempuran masih berlangsung tanpa kejelasan kapan akan berakhir.

Drone laut Ukraina menyerang dan melumpuhkan tanker Dashan, bagian dari “armada bayangan” Rusia yang terkena sanksi, saat kapal itu melintas di Laut Hitam menuju Novorossiysk.

Serangan ini menjadi yang ketiga dalam dua pekan terakhir terhadap kapal pengangkut minyak yang membantu Moskow mengekspor minyak untuk mendanai perang.

Konflik yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan perebutan wilayah kini berkembang menjadi pertarungan kepentingan geopolitik, persaingan narasi kekuatan global, serta taruhan masa depan tatanan keamanan internasional.

Sejumlah analis menilai akar permasalahan sangat rumit, sehingga jalan menuju perdamaian masih tampak jauh dan penuh rintangan.

Baca juga: Setelah Trump Sindir Zelenskyy, Ukraina Mau Gelar Pemilu 2-3 Bulan Lagi

Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina pada hari ke-1.387 pada Kamis (11/12/2025):

1. Drone Ukraina Hantam Tanker Rusia di Laut Hitam

Drone laut Ukraina pada Rabu (10/12/2025) menyerang dan melumpuhkan sebuah kapal tanker yang terlibat dalam perdagangan minyak Rusia.

Kapal itu, diserang saat melintas di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Ukraina di Laut Hitam ketika menuju pelabuhan Novorossiysk di Rusia.

Seorang pejabat Ukraina mengatakan, serangan itu adalah yang ketiga dalam dua minggu terakhir terhadap kapal dalam “armada bayangan” Rusia.

Armada ini terdiri dari kapal-kapal tidak resmi yang sering terkena sanksi Barat dan digunakan Moskow untuk mengekspor minyak guna membiayai perang.

Kapal yang diserang diidentifikasi sebagai tanker Dashan.

Menurut pejabat Dinas Keamanan Ukraina (SBU), Dashan sedang berlayar dengan kecepatan maksimum tanpa transponder ketika ledakan dahsyat menghantam buritannya dan menyebabkan kerusakan parah.

Tiga sumber keamanan maritim turut mengonfirmasi serangan tersebut.

Dashan diketahui berada di bawah sanksi Uni Eropa dan Inggris serta berlayar tanpa bendera registrasi yang jelas.

“SBU terus mengambil langkah-langkah aktif untuk mengurangi pendapatan petrodolar ke anggaran Rusia,” ujar pejabat itu.

2. Tekanan Diplomatik Baru dalam Perundingan Ukraina-AS

Para pemimpin negara-negara dalam “koalisi yang bersedia” akan mengadakan panggilan video pada Kamis (11/12/2025).

Langkah ini dilakukan di tengah upaya AS yang dinilai kacau untuk mendorong kesepakatan perdamaian guna mengakhiri perang di Ukraina.

Shaun Walker dari Kyiv melaporkan bahwa Gedung Putih mencoba memaksakan proposal yang disukai Moskow kepada Ukraina.

Proposal itu, mencakup penyerahan wilayah yang lebih luas kepada Rusia dibanding wilayah yang saat ini diduduki secara ilegal.

Ukraina pada Rabu (10/12/2025) mengatakan, telah mengirimkan proposal terbaru ke Washington.

Baca juga: Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina Dipangkas Jadi 20 Poin, Zelensky akan Ungkap Isinya

Pemerintah Kyiv menyebut, proposal itu “mempertimbangkan visi Ukraina” dan merupakan solusi lebih tepat untuk isu-isu bermasalah.

“Kami tidak mengungkapkan detailnya sambil menunggu reaksi dari pihak Amerika,” demikian pernyataan Ukraina.

3. Zelensky Tanggapi Tekanan soal Pemilu Ukraina

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, kembali berbicara mengenai isu pemilihan umum Ukraina.

Ia mengatakan, telah membahas persoalan hukum dan berbagai masalah terkait bersama parlemen.

“Jika mitra, termasuk mitra utama kami di Washington, berbicara begitu banyak dan begitu spesifik tentang pemilu di bawah hukum darurat militer, maka kami harus memberikan jawaban hukum Ukraina untuk setiap pertanyaan,” katanya.

Zelensky menegaskan isu tersebut “tidak mudah” dan tekanan eksternal justru bukan hal yang dibutuhkan saat ini.

4. Laporan LSM: Tidak Ada Bukti Senjata Barat Dialihkan

Tidak ada bukti bahwa senjata Barat yang dikirim ke Ukraina dialihkan secara ilegal dalam skala besar.

Kesimpulan itu disampaikan dua LSM dalam sebuah studi pada Rabu (10/12/2025).

Small Arms Survey yang berbasis di Swiss dan Pusat Studi Keamanan Ukraina melaporkan bahwa penyitaan senjata api memang meningkat.

Kedua lembaga menegaskan, otoritas Ukraina telah menunjukkan komitmen kuat untuk menangani persoalan tersebut.

Mereka menyebut, pasukan Rusia turut mendorong aliran senjata ilegal dengan membangun gudang senjata dan meninggalkan atau kehilangan senjata mereka di medan perang.

“Granat tangan Barat, roket bahu, dan rudal portabel hanya mencakup sebagian kecil dari semua senjata yang disita,” tulis laporan itu.

5. UNFPA: Perang Tingkatkan Kematian Ibu Hamil

Perang di Ukraina membahayakan perempuan hamil dan membuat angka kematian ibu meningkat tajam.

Peringatan itu disampaikan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA).

Tingkat kematian ibu melonjak sekitar 37 persen dari 2023 ke 2024.

Baca juga: Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina Dipangkas Jadi 20 Poin, Zelensky akan Ungkap Isinya

UNFPA menilai, perang membuat lebih banyak perempuan berisiko meninggal dan lebih banyak kehamilan berakhir dengan komplikasi serius.

“Ini bukan statistik abstrak – ini adalah orang-orang dan keluarga yang hidup di bawah tekanan tak tertahankan,” kata Florence Bauer, direktur UNFPA untuk Eropa Timur.

Ia menambahkan, situasi itu mencerminkan sistem kesehatan Ukraina yang berada di bawah serangan.

6. DPR AS Sahkan RUU Pertahanan Senilai $900 Miliar

Di Capitol Hill, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan RUU kebijakan pertahanan senilai $900 miliar pada Rabu (10/12/2025).

RUU itu mencakup pendanaan $400 juta per tahun selama dua tahun untuk memproduksi senjata yang akan dikirim ke Ukraina.

Meskipun sikap Presiden Trump terhadap Ukraina dan sekutu Eropa sering berubah-ubah, anggota parlemen tetap memasukkan ketentuan untuk mempertahankan dukungan AS terhadap Kyiv.

Tujuannya untuk memastikan kemampuan Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia.

7. RUU Pertahanan Masuk ke Senat untuk Pembahasan Lanjut

RUU tersebut, kini harus disahkan oleh Senat, di mana beberapa ketentuan masih bisa diamandemen.

Setelah itu, RUU juga perlu mendapatkan tanda tangan presiden.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1385: Ukraina Kekurangan Dana Pembelian Senjata AS

RUU tersebut, mewajibkan Pentagon menempatkan setidaknya 76.000 pasukan dan peralatan utama di Eropa.

Kebijakan itu hanya dapat diubah jika sekutu NATO dikonsultasikan dan penarikan dinilai sesuai kepentingan AS.

Saat ini, sekitar 80.000 hingga 100.000 pasukan AS ditempatkan di berbagai wilayah Eropa.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas