Thailand Berduka: 9 Tentara Gugur, 3 Warga Sipil Tewas Gegara Pertempuran dengan Kamboja
Konflik Thailand–Kamboja kembali mematikan. Sembilan tentara dan tiga warga sipil Thailand tewas dihantam artileri saat evakuasi.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Konflik memanas di perbatasan Thailand–Kamboja menewaskan 9 tentara dan 3 warga sipil Thailand, korban sipil pertama sejak baku tembak kembali pecah.
- Serangan artileri Kamboja saat evakuasi memicu jatuhnya korban sipil, sementara lebih dari 120 tentara Thailand terluka akibat tembakan roket dan artileri.
- Upaya gencatan senjata kembali gagal, Trump menawarkan mediasi, namun Thailand menilai situasi terlalu genting; Kamboja mengaku siap berdialog.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik perbatasan Thailand–Kamboja kembali menelan korban. Tiga warga sipil Thailand dilaporkan tewas akibat bentrokan artileri yang semakin intens di sepanjang garis perbatasan, Kamis (11/12/2025).
Ini menjadi korban sipil pertama sejak baku tembak kembali pecah beberapa hari lalu.
Selain korban sipil, Thailand melaporkan sembilan prajuritnya tewas dan lebih dari 120 tentara luka-luka akibat pecahan roket dan tembakan artileri.
Jumlah korban jiwa melonjak usai ketegangan kembali memuncak setelah bentrokan pada Minggu pagi yang melukai dua tentara Thailand.
Insiden tersebut kembali menggagalkan gencatan senjata yang sebelumnya diberlakukan pada Juli, hasil mediasi Malaysia dan tekanan diplomatik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut laporan militer Thailand, bentrokan pertama pecah di wilayah Phu Pha Lek–Phlan Hin Paet Kon, Distrik Kantharalak, Provinsi Si Sa Ket.
Pasukan Thailand mengklaim bahwa tembakan pertama berasal dari unit Kamboja, sehingga mereka membalas sesuai aturan keterlibatan yang berlaku.
Ketegangan yang semula terbatas pada baku tembak darat, mulai mengarah pada eskalasi berbahaya.
Bahkan, pada awal pekan kemarin, kondisi makin tidak terkendali. Di Chong An Ma, Distrik Nam Yuen, Provinsi Ubon Ratchathani, pasukan Kamboja melepaskan tembakan senjata ringan serta tembakan tidak langsung sekitar pukul 05.05 waktu setempat.
Serangan itu dilaporkan berlanjut beberapa menit kemudian, memaksa unit Thailand merespons dengan kekuatan sebanding.
Situasi memburuk ketika sekitar pukul 07.00, di mana posisi militer Thailand di Chong Bok kembali diserang menggunakan senjata pendukung.
Di tengah eskalasi tembakan, warga sipil Thailand yang bermukim di dekat zona pertempuran mulai dievakuasi oleh otoritas setempat.
Baca juga: Kamboja Surati PBB, Minta Dewan Keamanan Intervensi Serangan Thailand
Namun proses evakuasi yang dilakukan pada Rabu malam hingga Kamis dini hari justru berubah menjadi tragedi.
Ketika roket Kamboja kembali menghantam wilayah Thailand, tiga warga sipil yang tengah dievakuasi dilaporkan tewas.
Militer Thailand menyampaikan bahwa ketiganya berada dalam rombongan warga yang dipindahkan dari desa-desa di dekat garis depan.