Trump Ngamuk 3 Pasukan AS Tewas di Suriah, Ucap Sumpah Bakal Serang Balik
Presiden AS Donald Trump marah setelah mendengar pasukannya dibunuh oleh ISIS di Suriah. Tiga pasukan AS terbunuh dalam serangan itu.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Presiden AS, Donald Trump marah besar setelah mengetahui tiga pasukannya tewas di Suriah dalam serangan terbaru ISIS.
- Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi insiden mematikan tersebut, yang terjadi di dekat Palmyra, Suriah.
- Trump menegaskan janjinya untuk melakukan "balasan yang sangat serius" terhadap pihak yang bertanggung jawab.
TRIBUNNEWS.COM - Tiga pasukan Amerika Serikat (AS) tewas terbunuh dalam serangan terbaru ISIS di Suriah tengah pada Sabtu (13/12/2025).
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi insiden mematikan tersebut, yang terjadi di dekat Palmyra, Suriah.
Menurut keterangan dari CENTCOM, serangan itu terjadi saat para prajurit sedang melakukan "pertemuan dengan pemimpin kunci" sebagai bagian dari misi bersama untuk mendukung operasi kontra-terorisme dan kontra-ISIS di wilayah tersebut.
Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan dua tentara Angkatan Darat AS dan satu penerjemah sipil Amerika tewas.
Selain itu, tiga anggota militer AS lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Para prajurit yang tewas tersebut dilaporkan merupakan anggota Garda Nasional Angkatan Darat Iowa.
"Penyergapan oleh seorang penembak tunggal ISIS mengakibatkan kematian tiga warga Amerika serta cedera pada tiga tentara lainnya," bunyi pernyataan resmi dari CENTCOM, dikutip dari CNN.
"Pelaku penembakan berhasil dilumpuhkan dan tewas oleh pasukan mitra," lanjut pernyataan tersebut.
Pemerintah Suriah melalui kantor berita negara, SANA, juga melaporkan dua anggota pasukan keamanan Suriah ikut terluka dalam serangan yang menargetkan patroli gabungan AS-Suriah tersebut.
Insiden ini disebut sebagai serangan pertama yang menimbulkan korban jiwa dari pihak AS sejak jatuhnya rezim mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad setahun lalu.
Trump Bersumpah Balas Serangan ISIS
Baca juga: Setahun Pasca Kejatuhan Assad, Suriah Bergembira di Tengah Tantangan Pemulihan
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump bersumpah akan melancarkan "balasan yang sangat serius" kepada ISIS.
Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Presiden Trump menyampaikan duka cita mendalam atas para korban.
"Kami berduka atas kehilangan tiga Patriot Amerika yang Hebat di Suriah," tulis Trump, mengutip Al Arabiya.
Dalam keterangannya, Trump menegaskan janjinya untuk melakukan "balasan yang sangat serius" terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Insiden ini merupakan kasus pertama yang dilaporkan sejak pasukan oposisi bersenjata menggulingkan penguasa lama Suriah, Bashar al-Assad, pada Desember tahun lalu.
Baca tanpa iklan