Penembakan Massal di Pantai Bondi Australia Tewaskan 12 Orang, Targetkan Komunitas Yahudi
Penembakan massal telah terjadi di Pantai Bondi, Australia pada Minggu (14/12/2025). Dalam penembakan ini 12 orang dilaporkan tewas.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Penembakan massal di Pantai Bondi, Australia pada Minggu (14/12/2025) telah menewaskan 12 orang.
- Pelaku melakukan penembakan saat acara perayaan Hari Raya Hanukkah.
- Salah satu pelaku yang diidentifikasi sebagai Naveed Akram (24), berhasil ditembak mati oleh polisi di lokasi kejadian.
TRIBUNNEWS.COM - Penembakan massal telah mengguncang Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025) malam waktu setempat.
Insiden penembakan massal yang menyasar acara perayaan Hari Raya Hanukkah tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai hampir 30 orang lainnya.
Hanukkah adalah Festival Cahaya Yahudi selama delapan hari yang memperingati pentahbisan kembali Bait Suci Yerusalem setelah kemenangan kaum Makabe atas penjajah Yunani-Suriah.
Komisaris Polisi New South Wales (NSW), Mal Lanyon, mengonfirmasi penembakan tersebut telah ditetapkan sebagai peristiwa terorisme, mengingat target dan senjata yang digunakan oleh para pelaku.
Mengutip ABC, penembakan terjadi sekitar pukul 18.45 waktu setempat di dekat Campbell Parade, area yang berdekatan dengan Pantai Bondi.
Saat kejadian, ratusan orang berkumpul untuk acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh komunitas Chabad of Bondi.
Lanyon merinci jumlah korban tewas mencapai 12 orang.
Korban tewas tersebut termasuk satu orang petugas polisi dan satu dari dua pelaku penembakan.
Sementara itu, setidaknya 29 orang lainnya terluka dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sydney, termasuk beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
"Serangan ini dirancang untuk menargetkan komunitas Yahudi Sydney pada hari pertama Hanukkah," ujar Premier NSW, Chris Minns dalam konferensi pers.
Minns menambahkan bahwa apa yang seharusnya menjadi "malam damai dan sukacita" telah hancur oleh "serangan jahat yang mengerikan".
Baca juga: Penembakan Massal di Pantai Bondi Australia: 12 Tewas, Sasar Kaum Yahudi Saat Hanukkah
Pihak kepolisian menyatakan terdapat dua pelaku penembakan.
Salah satu pelaku yang diidentifikasi sebagai Naveed Akram (24), berhasil ditembak mati oleh polisi di lokasi kejadian.
Sementara pelaku kedua ditangkap dan berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Operasi keamanan segera dilancarkan secara masif.
Polisi mendirikan zona eksklusi dan menyelidiki sejumlah barang mencurigakan yang ditemukan di lokasi, termasuk beberapa alat peledak improvisasi (IED) yang ditemukan di mobil salah satu tersangka.
Saksi mata melaporkan mendengar puluhan kali tembakan yang berlangsung sekitar lima hingga sepuluh menit, memicu kepanikan besar.
Dalam rekaman dramatis yang beredar, seorang warga sipil dilaporkan sempat melakukan aksi heroik dengan berupaya melumpuhkan salah satu pelaku bersenjata.
Dapat Kecaman Dunia
Penembakan massal di Pantai Bondi telah memicu kecaman dan ungkapan solidaritas dari para pemimpin dunia.
Dikutip dari TRT World, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan peristiwa penembakan ini "sangat menyedihkan".
Sementara Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon mengatakan warga Australia dan Selandia Baru adalah "keluarga" dan menyatakan keterkejutannya atas kekerasan di tempat yang sering dikunjungi wisatawan.
Pantai Bondi, salah satu landmark paling ikonik di Australia, biasanya ramai dikunjungi penduduk lokal dan wisatawan, terutama pada akhir pekan.
Polisi mengatakan area tersebut tetap berada di bawah pengamanan ketat karena penyelidikan terus berlanjut dan memperingatkan bahwa informasi lebih lanjut akan menyusul.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.