JBIC Dukung Ekspansi Manufaktur Jepang di Indonesia lewat Skema Jaminan Pinjaman
JBIC menandatangani jaminan pinjaman dengan Aichi Bank untuk mendukung ekspansi Sasahara Indonesia dan industri otomotif Jepang di Tanah Air
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- JBIC menandatangani perjanjian jaminan pinjaman dengan Aichi Bank senilai 90 juta yen untuk mendukung ekspansi Sasahara Indonesia, anak usaha Sasahara Mold Jepang.
- Pembiayaan ini ditujukan untuk peningkatan kapasitas produksi dan pengadaan peralatan baru pembuatan stamping die bagi suku cadang otomotif
- JBIC menilai langkah ini akan memperkuat rantai pasok perusahaan Jepang, meningkatkan daya saing industri, serta mendukung ekspansi UKM Jepang di pasar Asia Tenggara
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Japan Bank for International Cooperation (JBIC), lembaga keuangan publik Jepang mengumumkan dukungan baru bagi ekspansi industri manufaktur Jepang di Indonesia.
JBIC menandatangani perjanjian jaminan pinjaman dengan Aichi Bank Co., Ltd., dengan pokok yang dijamin sebesar 90 juta yen, Senin (15/12/2025).
"Jaminan tersebut terkait pinjaman Aichi Bank kepada Sasahara Indonesia (PSI), anak perusahaan dari Sasahara Mold Co., Ltd. yang bermarkas di Prefektur Aichi, Jepang.
Skema ini dikategorikan sebagai jaminan pinjaman lintas batas, untuk membantu PSI menghimpun dana yang dibutuhkan dalam pengembangan bisnisnya di Indonesia," ungkap sumber Tribunnews.com Senin (15/12/2025).
Menurut keterangan, pembiayaan ini ditujukan untuk mendukung PSI dalam menghadapi peningkatan beban produksi serta pengenalan peralatan baru guna meningkatkan kapasitas produksi khususnya untuk kegiatan pembuatan dan penjualan stamping die (cetakan stamping) bagi suku cadang otomotif.
Sasahara Mold Spesialis Stamping Die Sejak 1968
Sasahara Mold merupakan perusahaan kecil dan menengah (UKM) Jepang yang telah memproduksi dan menjual cetakan stamping untuk komponen otomotif sejak didirikan pada 1968.
Perusahaan ini dikenal memiliki teknologi pembuatan cetakan yang mampu menangani material seperti aluminium serta material high tensile/ultra high tensile yang digunakan luas di industri otomotif modern.
Untuk mempercepat proses dan menekan waktu tunggu produksi, Sasahara Mold juga mengembangkan strategi digitalisasi pengetahuan manufaktur serta penerapan sistem CAD dalam proses desain dan produksi.
Sasahara Mold mendirikan PSI di Indonesia pada 2012, dengan fokus bisnis memasok cetakan (die) kepada produsen suku cadang mobil Jepang yang berekspansi di Indonesia.
Indonesia dinilai sebagai pasar penting bagi pabrikan otomotif Jepang, dan permintaan kendaraan diproyeksikan tetap kuat seiring pertumbuhan ekonomi dan faktor pendukung lainnya.
Melalui penguatan kapasitas PSI, Sasahara Mold menargetkan perluasan bisnis yang lebih agresif di Indonesia dan Asia Tenggara.
Perkuat Rantai Pasok Jepang di Indonesia
JBIC menilai langkah ini akan mendukung pengembangan bisnis luar negeri UKM Jepang, sekaligus berkontribusi pada penjagaan dan peningkatan daya saing internasional industri Jepang, serta memperkuat rantai pasok perusahaan Jepang di Indonesia.
Sebagai lembaga keuangan publik, JBIC menegaskan akan terus memberikan dukungan keuangan bagi ekspansi luar negeri UKM Jepang di pasar pertumbuhan seperti Asia Tenggara, termasuk melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan regional.
Diskusi perbankan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang, gratis bergabung. Kirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan