Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mesir Tolak Pemisahan Gaza-Tepi Barat, Dukung Solusi 2 Negara dan Kembalinya Pemerintah Palestina

Mesir tolak pemisahan Gaza-Tepi Barat dan mendukung solusi dua negara, gencatan senjata, serta kembalinya pemerintahan Palestina.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mesir Tolak Pemisahan Gaza-Tepi Barat, Dukung Solusi 2 Negara dan Kembalinya Pemerintah Palestina
Rizek Abdeljawad/Xinhua
PALESTINA- Seorang warga Palestina terlihat di antara puing-puing di dalam kamp pengungsi Shati di sebelah barat Kota Gaza, 24 November 2025. Terkini, Mesir menegaskan penolakannya terhadap upaya pemisahan Gaza dan Tepi Barat yang diduduki. 

Ringkasan Berita:
  • Mesir menolak upaya pemisahan Gaza dan Tepi Barat, menyerukan keterlibatan pasukan internasional untuk menjaga keamanan, mendukung gencatan senjata, dan memastikan peran Otoritas Palestina.
  • Menteri Luar Negeri Badr Abdel-Aty menekankan pentingnya Resolusi PBB 2803, zona penyangga, serta bantuan kemanusiaan.
  • Mesir juga menyoroti solusi dua negara, rekonstruksi Gaza, dan stabilitas regional, termasuk isu Sudan, Yaman, Suriah, Libya, dan Lebanon.

 

TRIBUNNEWS.COM - Mesir menegaskan kembali penolakannya terhadap upaya pemisahan Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdel-Aty, menekankan tujuan ini hanya dapat dicegah melalui keterlibatan pasukan internasional untuk memastikan keamanan dan menciptakan ketenangan, lapor Middle East Monitor.

Abdel-Aty menyampaikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, pada Sabtu (14/12/2025) malam.

Keduanya membahas penguatan hubungan bilateral serta perkembangan regional yang menjadi perhatian bersama, menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Mesir.

Mengenai Gaza, Abdel-Aty menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata dan melaksanakan fase kedua rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menyoroti perlunya penerapan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, termasuk pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional Sementara (TISF) untuk memantau gencatan senjata, melindungi warga sipil, dan mendukung pasukan Palestina dalam penegakan hukum.

Menurut Abdel-Aty, gencatan senjata saat ini bersifat rapuh dan rentan terhadap pelanggaran.

Diskusi tentang rincian pasukan stabilisasi internasional, termasuk komposisi, jumlah, dan mandat operasional, masih berlangsung, lapor Anadolu Agency.

"Tugas utama pasukan internasional adalah membangun zona penyangga antara Israel dan Palestina untuk mencegah serangan timbal balik," kata Abdel-Aty, 

Kedua pihak akan memiliki hak memilih negara peserta, meski Israel menolak keterlibatan Turki karena kritik Ankara terhadap Tel Aviv.

Abdel-Aty menekankan tujuan utama pasukan internasional adalah mengakhiri pendudukan Israel, memastikan bantuan kemanusiaan sampai ke Gaza, dan melindungi keselamatan warga Palestina.

Baca juga: ICC Tolak Permintaan Israel, Penyelidikan Kejahatan Perang Netanyahu di Gaza Tetap Berlanjut

Ia memperingatkan bahwa rencana awal Israel, menurut pandangan Mesir, mengarah pada pengosongan Jalur Gaza dan pembersihan etnis terhadap penduduk Palestina.

Selain itu, Abdel-Aty menegaskan dukungan penuh Mesir untuk memperkuat peran Otoritas Palestina, memastikan kembalinya pemerintah Palestina di Gaza dan Tepi Barat, serta mendukung rekonstruksi dan stabilitas jangka panjang kawasan.

Dalam pertemuan dengan para pejabat internasional di Forum Sir Bani Yas, ia juga membahas koordinasi regional terkait Sudan, Yaman, Suriah, dan Libya, serta pentingnya solusi dua negara untuk mencapai penyelesaian komprehensif atas konflik Palestina, lapor Egypt Today dan Sada News.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas