Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Replika Patung Liberty Roboh - Teguran Mantan PM Australia ke Netanyahu

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya patung Liberty replika di Brasil roboh akibat angin kencang

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Salma Fenty
zoom-in 5 Populer Internasional: Replika Patung Liberty Roboh - Teguran Mantan PM Australia ke Netanyahu
tangkapan layar X/@Osint613; Thairath; Instagram @nemu_manga; Facebook GPO
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Tangkap layar dari video momen robohnya replika Patung Liberty di luar sebuah megastore bernama Havan, di Guaíba, Brasil, Selasa (15/12/2025); Serangan jet tempur F-16 Thailand di kawasan Chub Goki, Distrik Bantheay Ampil, Provinsi Udong Meanchey, Kamboja, Rabu malam (10/12/2025); Tangkap layar Instagram @nemu_manga, menampilkan halaman sampul sebuah komik yang ditulis seorang ibu rumah tangga asal Jepang berdasarkan pengalaman hidupnya; Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Israel setelah kembali dari kunjungannya ke Amerika Serikat pada Rabu (1/10/2025). Inilah rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir. 
Ringkasan Berita:
  • Rangkuman berita populer internasional, di antaranya patung Liberty replika di Brasil roboh akibat angin kencang
  • Sementara itu, pertempuran antara Thailand dan Kamboja masih berlangsung.
  • Soal perang Rusia-Ukraina, Rusia menentang partisipasi negara-negara Eropa dalam pembicaraan damai.


TRIBUNNEWS.COM - 
Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan internasional dalam 24 jam terakhir.

Di Brasil, patung Liberty replika roboh karena angin kencang, videonya beredar di media sosial.

Sementara itu, Mantan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull memberi teguran keras kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Berikut berita selengkapnya.

1. Replika Patung Liberty di Brasil Roboh Diterjang Angin Kencang, Tak Ada Korban Jiwa

Replika Patung Liberty setinggi sekitar 35 meter roboh akibat angin kencang yang melanda Brasil selatan, pada Senin (15/12/2025) sore.

Insiden itu terjadi di kota Guaíba, wilayah metropolitan Porto Alegre.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Patung yang berdiri di area parkir megastore milik jaringan ritel Havan tersebut ambruk setelah diterpa hembusan angin dengan kecepatan lebih dari 90 kilometer/jam.

Video kejadian yang beredar luas di media sosial memperlihatkan struktur patung perlahan miring sebelum akhirnya roboh ke area parkir yang saat itu kosong.

Wali Kota Guaíba, Marcelo Maranata, mengonfirmasi bahwa angin ekstrem menjadi penyebab utama runtuhnya replika tersebut.

Ia menyebutkan, sejak awal kejadian, pemerintah kota bersama Pertahanan Sipil langsung bergerak memantau situasi dan mengamankan lokasi untuk mencegah risiko lanjutan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Lebih Dulu, Juga Bersihkan Ranjau di Perbatasan

Thailand mengatakan Kamboja harus menjadi negara pertama yang mengumumkan gencatan senjata.

Upaya ini untuk menghentikan pertempuran antara kedua negara setelah lebih dari seminggu terjadi bentrokan mematikan dalam konflik perbatasan yang kembali berkobar.

Masing-masing pihak saling menyalahkan sebagai pemicu bentrokan, mengklaim membela diri dan saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil.

“Sebagai pihak yang menyerang wilayah Thailand, Kamboja harus mengumumkan gencatan senjata terlebih dahulu,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Maratee Nalita Andamo, kepada wartawan di Bangkok, Selasa (16/12/2025), dilansir Malay Mail.

Maratee juga mengatakan Kamboja harus bekerja sama secara tulus dalam upaya pembersihan ranjau di perbatasan.

Sementara itu, Kamboja tidak segera menanggapi pernyataan Thailand.

Tak Ada Tekanan Internasional

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada tekanan internasional untuk gencatan senjata, demikian dilaporkan kantor berita Reuters pada Selasa.

“Tidak ada yang menekan kami. Siapa yang menekan siapa? Saya tidak tahu,” katanya.

Ia menolak menjawab pertanyaan tentang apakah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencoba menggunakan ancaman tarif untuk mendorong Bangkok mengakhiri pertempuran.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3.Viral Suami di Jepang Punya 520 Selingkuhan, sang Istri Justru Menjadikannya Inspirasi Membuat Komik

Seorang wanita di Jepang bernama Nemu Kusano viral di media sosial setelah membagikan kisah hidupnya dalam bentuk komik.

Menurut majalah Jepang Shukan Bunshun yang dikutip South China Morning Post (SCMP), Rabu (17/12/2025), Nemu menjalani kehidupan yang penuh kesulitan.

Anak laki-laki satu-satunya menderita penyakit langka dan membutuhkan perawatan khusus.

Tak hanya itu, di saat peran sang suami sangat dibutuhkan, ia berselingkuh.

Bukan dengan satu wanita, melainkan dengan 520 wanita.

Nemu awalnya menikah dengan suaminya setelah diperkenalkan oleh seorang teman.

Karena menganggap suaminya sebagai sosok yang serius dan pemalu, Nemu sepenuhnya memercayainya dan meyakini bahwa ia tidak akan pernah berkhianat.

Setelah keduanya menikah, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki.

Namun, sang anak menderita penyakit genetik langka yang hanya dialami kurang dari 30 orang di dunia.

Sementara sang suami bekerja, Nemu memikul tanggung jawab penuh untuk merawat anaknya sendiri di rumah.

Kehidupan Nemu kemudian berubah ketika ia menemukan alat kontrasepsi dan beberapa obat dewasa di dalam tas suaminya.

Ia juga melihat banyak notifikasi di ponsel suaminya yang ternyata berasal dari aplikasi kencan.

Sang suami mengakui bahwa ia berselingkuh karena merasa tertekan dengan pekerjaannya.

Ia bahkan tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya.

“Saya mengatasi stres saya di luar, saya tidak membawanya ke rumah,” ujar sang suami.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Kremlin Tak Mau Eropa Terlibat Pembicaraan soal Perang Rusia-Ukraina

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Rusia menentang partisipasi Eropa dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina berdasarkan proposal yang diajukan AS. 

“Partisipasi Eropa, dalam hal penerimaan, bukanlah pertanda baik,” kata Dmitry Peskov, Selasa (16/12/2025), seperti diberitakan Izvestia.

Ia juga mengatakan Rusia belum diberitahu tentang hasil pembicaraan terbaru antara Zelenskyy dan para pemimpin Eropa yang dilaksanakan di Berlin, Jerman pada hari Senin (15/12/2025).

Sebelum putaran pembicaraan baru antara Rusia dan Amerika Serikat dapat berlangsung, Rusia perlu memahami hasil konsultasi yang diadakan oleh AS, Ukraina, dan negara-negara Eropa di Berlin pada 14-15 Desember 2025.

"Pertama-tama kita perlu melihat apa yang dihasilkan dari pembicaraan yang dilakukan Amerika dengan Ukraina dengan partisipasi Eropa," kata Dmitry Peskov, ketika ditanya kapan putaran negosiasi Rusia-AS berikutnya dapat diharapkan, dikutip dari Pravda.

Perwakilan Ukraina termasuk Presidennya, Volodymyr Zelenskyy, bertemu dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan timnya serta para pemimpin Eropa di Berlin pada hari Minggu dan Senin.

Pertemuan itu membahas proposal perdamaian yang diajukan AS dan upaya untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1393 pada Rabu (17/12/2025), menandai berlanjutnya konflik panjang yang berawal dari invasi besar-besaran Rusia pada 24 Februari 2022.

Perang Rusia–Ukraina berakar dari perubahan geopolitik pascaruntuhnya Uni Soviet, ketika Ukraina memilih mendekat ke Barat melalui keinginannya bergabung dengan NATO dan Uni Eropa, yang dipandang Rusia sebagai ancaman. 

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Teguran Keras Mantan PM Australia ke Netanyahu: Jangan Ikut Campur Politik Kami!

Mantan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull melontarkan teguran keras kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Teguran keras Turnbull kepada Netanyahu ini muncul setelah PM Israel itu mengaitkan kebijakan luar negeri Australia dengan tragedi penembakan massal di Pantai Bondi.

Pasca-penembakan di Pantai Bondi, Netanyahu menyatakan keputusan Australia untuk mengakui negara Palestina awal tahun ini telah "menyiram bensin ke dalam api antisemitisme" yang berujung pada serangan tersebut.

Mendengar pernyataan Netanyahu, Turnbull memberi teguran agar pemimpin Israel itu tak mencampuri urusan politik domestik Australia.

"Saya ingin mengatakan secara hormat kepada 'Bibi' Netanyahu, tolong jangan ikut campur dalam politik kami," ujar Turnbull kepada Channel 4 News Inggris, seperti dikutip Arab News.

"Komentar semacam itu sama sekali tidak membantu, dan itu tidak benar," lanjutnya.

Turnbull menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat ini, yang pada Agustus lalu memutuskan untuk mengakui kedaulatan Palestina.

Langkah tersebut diambil Australia bersama sejumlah negara Barat lainnya di tengah meningkatnya tekanan internasional terkait perang di Gaza.

Turnbull menyatakan mayoritas negara di dunia telah mengakui Palestina dan mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik di Timur Tengah.

Ia menekankan Australia adalah masyarakat multikultural yang sukses dan tidak boleh membiarkan konflik luar negeri diimpor ke dalam negeri.

"Kita harus memastikan bahwa perang di Timur Tengah atau bagian dunia mana pun tidak dibawa bertempur di sini."

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas