Dari Wonosobo, Seruan Nasional Perangi Hoaks Demi Masa Depan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan perang terhadap hoaks demi persatuan kepercayaan publik dan investasi sehat.
Penulis:
Erik S
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan perang terhadap hoaks demi persatuan kepercayaan publik dan investasi sehat.
- Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal tersebut dalam seminar Wonosobo Melawan Hoaks bersama narasumber nasional terkemuka.
- Peserta mendeklarasikan komitmen menolak hoaks menjadi pengguna digital kritis bijak bertanggung jawab demi pembangunan daerah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara tegas menyatakan perang terhadap hoaks sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan iklim investasi yang sehat.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, dalam seminar 'Wonosobo Melawan Hoaks' di Gelanggang Olahraga Kampus Universitas Sains Alquran (NSIQ 2), Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) pimpinan Mantep Abdul Gani seorang tokoh Wonosovo an menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Prof. Iswandi Syahputra (Guru Besar UIN Jakarta), Indra Jaya Piliang, serta Hersubeno Arief yang dikenal sebagai wartawan senior.
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa hoaks dan disinformasi merupakan ancaman nyata yang dapat memecah belah masyarakat serta menghambat pembangunan daerah.
“Jangan biarkan masyarakat kita terpecah oleh informasi yang tidak benar. Informasi harus menjadi alat untuk membangun, bukan memecah belah,” tegasnya.
Senada dengan Gubernur Ahmad Luthfi, dalam kesempatan yang sama, Koordinator Nasional GMPP, Mantep Abdul Gani, menegaskan diperlukan stabilitas untuk membangun Wonosobo.
Hal ini karena menurutnya Wonosobo memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan investasi dan kota residensial.
“Wonosobo jangan hanya jadi kota destinasi wisata. Kita ingin menjadi kota investasi, tempat orang datang, tinggal, dan berkontribusi secara ekonomi,” ujarnya.
Seminar ini dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari berbagai kalangan inimulai dari mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga masyarakat umum. Ini juga menjadi momentum Deklarasi Wonosobo Melawan Hoaks yang dipimpin oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama GMPP.
Dalam deklarasi tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama menolak segala bentuk hoaks, disinformasi, dan informasi menyesatkan. Menjadi pengguna media digital yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab
Kegiatan ini menjadi tonggak awal gerakan sistematis melawan hoaks di tingkat daerah, sekaligus memperkuat fondasi sosial bagi pembangunan berkelanjutan.
Dalam seminar Wonosobo Melawan Hoaks ini Hersubeno Arief, produsen konten dan wartawan senior memberikan contoh-contoh kongket hoaks yang baru saja terjadi di jagad media sosial dan sangat berbahaya jika dipercaya.
Misalnya terkait pernyataan mantan wakil presiden Jusuf Kalla yang dipelintir menjadi hoax. "Hoaks ini kalau dipercaya bisa memicu permusuhan antara umat beragama", kata Hersubeno Arief.
Tambah lagi, baru saja ada hoaks yang menyatakan Jusuf Kalla meninggal dan sudah 2500 orang yang menshare.
Saya juga sudah mengecek ke berbagai kanal resmi media baik mainstream maupun media sosial, itu tidak ada.
Baca tanpa iklan