Thailand Diduga Mengebom Kasino Poipet, Bentrokan Kamboja–Thailand Berlanjut
Kamboja menuduh Thailand membom pusat kasino Poipet. Klaim gencatan senjata Donald Trump dibantah, konflik masih memanas
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Kamboja menuduh militer Thailand membom pusat kasino di Poipet, kota perbatasan utama kedua negara, dengan menjatuhkan dua bom pada Kamis (18/12/2025) pagi.
- Bentrokan terbaru telah menewaskan sedikitnya 38 orang di kedua negara dan memaksa sekitar 800.000 warga mengungsi.
- Klaim gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump dibantah Bangkok, sementara konflik berlanjut akibat sengketa perbatasan lama.
TRIBUNNEWS.COM - Kamboja menuduh militer Thailand membom pusat kasino di kota perbatasan Poipet.
Tuduhan itu muncul di tengah berlanjutnya konflik bersenjata antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.
Hingga kini belum terlihat tanda-tanda gencatan senjata.
Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan pasukan Thailand menjatuhkan dua bom di wilayah Kotamadya Poipet.
Wilayah tersebut berada di Provinsi Banteay Meanchey.
Serangan dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat pada Kamis (18/12/2025)
Poipet merupakan jalur penyeberangan darat utama antara Kamboja dan Thailand.
Kota itu juga dikenal sebagai pusat kasino yang ramai dikunjungi penjudi asal Thailand.
Hingga laporan ini disusun, otoritas Thailand belum mengonfirmasi maupun membantah tuduhan pengeboman tersebut.
Media Malaysia, New Straits Times, melaporkan Thailand belum memberikan komentar resmi hingga Kamis siang.
Kementerian Dalam Negeri Kamboja sebelumnya menyebut sedikitnya empat kasino di wilayah perbatasan mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut diduga akibat serangan Thailand.
Bentrokan terbaru antara kedua negara bulan ini telah menewaskan sedikitnya 21 orang di Thailand.
Sebanyak 17 orang lainnya dilaporkan tewas di Kamboja.
Baca juga: ASEAN Siapkan Pertemuan Darurat, Thailand–Kamboja Sepakat Hadiri Dialog di Kuala Lumpur
Baca tanpa iklan