Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Denmark Tuding Rusia Dalangi Dua Serangan Siber, Sebut Bukti Perang Hibrida di Eropa

Denmark menuding Rusia berada di balik dua serangan siber ke sistem air dan pemilu, menyebutnya bukti nyata perang hibrida di Eropa.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Denmark Tuding Rusia Dalangi Dua Serangan Siber, Sebut Bukti Perang Hibrida di Eropa
Tribunnews.com
SERANGAN SIBER. Gambar merupakan ilustrasi serangan siber. Denmark menuding Rusia berada di balik dua serangan siber ke sistem air dan pemilu, menyebutnya bukti nyata perang hibrida di Eropa. Dinas Intelijen Pertahanan Denmark (DDIS) pada Kamis (18/12/2025) menyatakan Moskow bertanggung jawab atas serangan siber terhadap perusahaan penyedia air di Denmark pada 2024. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Denmark menuduh Rusia berada di balik dua serangan siber terhadap sistem air dan situs pemilu, yang disebut sebagai bukti nyata perang hibrida di Eropa.
  • Dinas Intelijen Pertahanan Denmark (DDIS) menyatakan serangan dilakukan kelompok pro-Rusia Z-Pentest dan NoName057(16) untuk menciptakan ketidakamanan serta menghukum negara pendukung Ukraina.
  • Serangan ini memicu kerusakan terbatas, namun menyingkap kerentanan infrastruktur vital.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Denmark secara resmi menuduh Rusia berada di balik dua serangan siber yang dinilai merusak dan mengganggu, serta menyebutnya sebagai bukti kuat terjadinya perang hibrida di Eropa.

Dinas Intelijen Pertahanan Denmark (DDIS) pada Kamis menyatakan Moskow bertanggung jawab atas serangan siber terhadap perusahaan penyedia air di Denmark pada 2024.

Serangan tersebut juga mencakup aksi distributed denial-of-service (DDoS) yang menargetkan sejumlah situs di Denmark.

Menurut DDIS, rangkaian serangan itu terjadi menjelang pemilihan dewan kota dan regional pada November lalu.

The Guardian melaporkan DDIS menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari “perang hibrida Rusia melawan Barat” yang bertujuan menciptakan ketidakamanan di negara sasaran dan menghukum pihak-pihak yang mendukung Ukraina.

Menurut DDIS, serangan terhadap sistem air dilakukan oleh kelompok pro-Rusia Z-Pentest, sementara serangan DDoS menjelang pemilu dikaitkan dengan kelompok NoName057(16) yang memiliki hubungan dengan negara Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

“Negara Rusia menggunakan kedua kelompok ini sebagai instrumen perang hibrida melawan Barat,” kata DDIS dalam pernyataannya.

Operasi siber tersebut disebut sebagai bagian dari kampanye pengaruh yang lebih luas untuk melemahkan dukungan Barat terhadap Ukraina.

DDIS juga menilai pemilu Denmark dimanfaatkan sebagai platform untuk menarik perhatian publik.

Pola tersebut disebut telah terlihat dalam sejumlah pemilihan umum di negara Eropa lainnya.

Direktur DDIS Thomas Ahrenkiel mengatakan pihaknya “sangat yakin” bahwa kelompok-kelompok tersebut merupakan aktor pro-Rusia yang memiliki keterkaitan langsung dengan negara Rusia.

Baca juga: Trump Klaim Hampir Capai Kesepakatan Jelang Pembicaraan AS-Rusia: Saya Harap Ukraina Bertindak Cepat

Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima”.

Ia menilai insiden ini sebagai bukti nyata bahwa perang hibrida yang selama ini dibahas kini benar-benar terjadi di Eropa.

Dalam serangan terhadap perusahaan penyedia air di kota Køge pada Desember 2024, seorang peretas sempat mengendalikan instalasi pengolahan air.

Peretas tersebut mengubah tekanan pompa, yang menyebabkan tiga pipa pecah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas