Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Venezuela Siaga, Maduro Minta Bantuan Kolombia Hadapi Tekanan AS

Maduro minta solidaritas militer Kolombia di tengah ancaman AS. Bogotá pilih hati-hati, sementara ketegangan kawasan Amerika Latin memanas

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Venezuela Siaga, Maduro Minta Bantuan Kolombia Hadapi Tekanan AS
Tangkapan layar YouTube CNN-News18
PRESIDEN VENEZUELA DIBURU - Tangkapan layar YouTube CNN-News18 pada Sabtu (9/8/2025) menampilkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Trump Gandakan Hadiah Menjadi $50 Juta untuk Penangkapan Presiden Venezuela. Merespon ancaman Trump, Maduro minta solidaritas militer Kolombia, namun Bogotá pilih hati-hati, sementara ketegangan kawasan Amerika Latin memanas. 

Bergabung dalam solidaritas militer dengan Venezuela berisiko memperumit hubungan tersebut.

Karena itu, alih-alih merespons seruan Maduro dengan dukungan militer, Kolombia lebih menekankan dialog regional dan menjaga agar ketegangan Venezuela–AS tidak meluas menjadi konflik bersenjata di kawasan.

Kronologi Ketegangan Venezuela–Amerika Serikat

Konflik panas antara Venezuela–Amerika Serikat pertama kali bermula sejak akhir 1990-an, ketika Hugo Chávez terpilih sebagai Presiden Venezuela pada 1998 dengan agenda sosialisme dan nasionalisasi sumber daya alam, khususnya minyak.

Kebijakan tersebut bertentangan langsung dengan kepentingan perusahaan dan pemerintah Amerika Serikat yang selama puluhan tahun memiliki pengaruh kuat di sektor energi Venezuela.

Hubungan memburuk signifikan sejak 2017, ketika AS mulai memberlakukan sanksi ekonomi luas terhadap Venezuela, termasuk pembatasan ekspor minyak dan pembekuan aset negara.

Washington berdalih sanksi bertujuan menekan pemerintahan Maduro agar menggelar pemilu bebas, namun Caracas menilai langkah itu sebagai “perang ekonomi” yang melumpuhkan perekonomian nasional.

Puncak ketegangan terjadi pada 2019 saat AS secara terbuka mengakui pemimpin oposisi Juan Guaidó sebagai presiden sementara Venezuela.

Rekomendasi Untuk Anda

Langkah tersebut ditolak keras Maduro dan memicu tuduhan campur tangan langsung terhadap kedaulatan negara. Sejak itu, retorika permusuhan terus berlanjut, disertai manuver militer AS di kawasan Karibia dan peningkatan tekanan diplomatik.

Dalam eskalasi terbaru, Trump menuding Venezuela telah “mencuri” aset dan sumber daya milik Amerika, termasuk minyak, serta mengklaim bahwa kekuatan militer AS telah mengepung Venezuela.

Tuduhan ini dibantah keras Maduro, yang menyebutnya sebagai dalih kolonialisme untuk membenarkan intervensi asing.

Dengan meningkatnya retorika keras dari kedua belah pihak, konflik Venezuela–AS kini kembali memasuki fase sensitif. Ancaman sanksi baru, tekanan militer, dan tuduhan perubahan rezim menempatkan kawasan Amerika Latin dalam risiko ketegangan geopolitik yang lebih luas.

(Tribunnews.com / Namira)

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas