Sebelum Dapat Serangan Balasan, ISIS Sebut Tewasnya Prajurit AS sebagai Pukulan Telak
Sebelum AS melakukan serangan balasan, ISIS menyebut tewasnya prajurit AS di Suriah merupakan pukulan telak.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Sebelum mendapatkan serangan balik dari AS, ISIS mengatakan bahwa serangan dadakan yang dilakukannya di Kota Palmyra merupakan pukulan telak bagi negara adidaya tersebut.
- ISIS mengeklaim bahwa operasi militer yang mereka lancarkan telah menyebabkan puluhan orang tewas dan luka-luka di pihak lawan.
- Kelompok tersebut mengeklaim bahwa pejuangnya berhasil melakukan penetrasi dan melancarkan serangan terkoordinasi.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) secara resmi telah melancarkan serangan balasan terhadap kelompok ISIS di Suriah, Jumat (19/12/2025).
Serangan balasan yang dilakukan AS terhadap ISIS ini setelah tiga prajurit Amerika tewas dalam serangan di Kota Palmyra, Suriah.
Sebelum terjadinya serangan balasan, ISIS buka suara terkait serangan dadakan di Kota Palmyra.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengeklaim bahwa serangan itu merupakan "pukulan telak" bagi AS dan Suriah.
Pernyataan tersebut dipublikasikan melalui buletin mingguan mereka, Al-Naba, pada Kamis (18/12/2025).
ISIS mengeklaim bahwa operasi militer yang mereka lancarkan telah menyebabkan puluhan orang tewas dan luka-luka di pihak lawan.
Mengutip Al Arabiya, ISIS mengeklaim bahwa pejuangnya berhasil melakukan penetrasi dan melancarkan serangan terkoordinasi.
Mereka menyebut serangan ini sebagai bukti bahwa kelompok tersebut masih memiliki taring di tengah pergeseran peta kekuatan di Suriah setelah runtuhnya kendali penuh rezim sebelumnya di beberapa wilayah.
Kelompok ini secara spesifik menyebut bahwa operasi mereka tidak hanya menargetkan sisa-sisa pasukan tentara Suriah, tetapi juga faksi-faksi yang didukung oleh AS yang beroperasi di wilayah timur dan tengah negara tersebut.
Diserang Balik AS
Karena merasa tak terima dengan serangan dadakan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukannya telah meluncurkan serangkaian serangan udara skala besar terhadap ISIS.
Baca juga: Operasi Balas Dendam AS terhadap ISIS di Suriah Diluncurkan, al-Sharaa Beri Dukungan
Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengklaim bahwa operasi militer tersebut berhasil menumpas ratusan milisi ISIS.
"AS melancarkan serangan skala besar terhadap target-target ISIS di Suriah hari ini (Jumat, red)."
"Sekitar 400 teroris ISIS tewas dalam operasi ini," tulis Trump, dikutip dari Al Jazeera.
Trump menegaskan bahwa langkah militer ini diambil untuk mencegah ISIS memanfaatkan kekosongan kekuasaan di Suriah guna membangun kembali kekuatannya.
Menurutnya, kelompok ekstremis tersebut mencoba mengisi celah keamanan setelah jatuhnya pemerintahan Assad ke tangan kelompok pemberontak pekan lalu.