Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penulis Pidato PM Jepang dan Kekuatan Eks Pejabat METI Kuasai Lingkaran Takaichi

Pemerintahan PM Takaichi kian didominasi eks pejabat METI dan lingkar Abe. Penunjukan Kozo Saeki memicu sorotan soal kepercayaan pada birokrasi

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Penulis Pidato PM Jepang dan Kekuatan Eks Pejabat METI Kuasai Lingkaran Takaichi
Tribunnews.com/istimewa
PEJABAT BARU - Kozo Saeki, sebagai Kepala Juru Bicara Kabinet Jepang yang baru per 19 Desember 2025, jabatan setingkat wakil menteri 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintahan Perdana Menteri Takaichi Sanae menunjukkan kecenderungan kuat mengandalkan eks pejabat Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI). 
  • Penunjukan Kozo Saeki sebagai Kepala Juru Bicara Kabinet menegaskan dominasi figur era Abe di lingkar inti kekuasaan. 
  • Meski dinilai memperkuat komunikasi pemerintah, langkah ini memunculkan kekhawatiran di kalangan birokrasi terkait minimnya kepercayaan Takaichi terhadap aparatur negara

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintahan Perdana Menteri Takaichi Sanae menunjukkan kecenderungan kuat mengandalkan jaringan pejabat berlatar belakang Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).

Sejumlah posisi strategis di Kantor Perdana Menteri kini ditempati figur-figur yang berasal dari kementerian tersebut, banyak di antaranya merupakan orang dekat mendiang Abe Shinzo.

"Langkah terbaru adalah penunjukan Kozo Saeki, mantan sekretaris perdana menteri pada era Abe, sebagai Kepala Juru Bicara Kabinet (Cabinet Public Relations Secretary)—jabatan setingkat wakil menteri—yang diumumkan pada 19 Desember 2025. Saeki juga dikenal sebagai mantan birokrat METI dan jagoan penulis pidato PM Jepang," ungkap sumber Tribunnews.com politisi senior Jepang Jumat (19/12/2025).

Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menjelaskan penunjukan tersebut dengan alasan “pengalaman dan pengetahuan luas di bidang komunikasi publik,” sehingga dinilai paling tepat untuk memperkuat penyampaian kebijakan pemerintah ke dalam dan luar negeri.

Baca juga: Kereta Ekspres Tabrak Mobil di Kyoto Jepang, Kendaraan Terbakar dan Sopir Tewas

Figur Kunci dari METI Dominasi Lingkar Inti

Rekomendasi Untuk Anda

Saeki merupakan figur yang menonjol sejak era Abe. Pada 2017, ia diangkat sebagai sekretaris perdana menteri di usia 42 tahun—sebuah penunjukan yang kala itu dinilai tidak lazim karena ia belum pernah menduduki jabatan direktur jenderal. Namun, kemampuannya sebagai penulis pidato (speechwriter) membuatnya dipercaya hingga Abe mengakhiri masa jabatannya pada 2020.

Jabatan Kepala Juru Bicara Kabinet sendiri merupakan posisi penting yang bertanggung jawab atas strategi komunikasi kebijakan pemerintah serta pengelolaan konferensi pers perdana menteri, termasuk di forum internasional. 

Penunjukan Saeki kembali dipandang sebagai langkah “tidak biasa” karena minimnya pengalaman struktural setingkat direktur jenderal.

Selain Saeki, sejumlah posisi kunci lain di Kantor Perdana Menteri juga diisi eks pejabat METI. 

Mantan Wakil Menteri METI Yuji Iida menjabat sebagai sekretaris utama bidang kebijakan, sementara Masashi Mogi, juga berlatar METI, menjadi sekretaris utama Kepala Sekretaris Kabinet. 

Pemerintah juga menunjuk akademisi Masahiko Hosokawa, mantan pejabat senior METI, sebagai penasihat kabinet.

Pengaruh Kuat Mantan METI

Menguatnya pengaruh METI di lingkar kekuasaan Takaichi tidak terlepas dari figur Naoya Imai, mantan ajudan dekat Abe yang kerap dijuluki “perdana menteri bayangan” pada era pemerintahan sebelumnya. Imai, yang kini menjadi penasihat utama Takaichi, disebut-sebut berperan besar dalam penentuan personel inti kabinet.

Pada era pemerintahan Abe, dominasi pejabat METI bahkan melahirkan istilah “Kabinet METI”. Kebijakan unggulan seperti “Masyarakat Aktif 100 Juta Orang” hingga reformasi jaminan sosial lintas generasi lahir dari lingkaran birokrat ekonomi tersebut, dan dinilai menjadi salah satu faktor keberhasilan Abe membangun pemerintahan jangka panjang.

Mengikuti jejak itu, Takaichi sejak sebelum menjabat telah menjadikan Imai sebagai penasihat, dan secara resmi mengangkatnya sebagai penasihat khusus kabinet setelah pemerintahan terbentuk.

Kekhawatiran Ketidakpercayaan pada Birokrasi
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas