Israel Naikkan Kewaspadaan, Peringatkan Trump soal Ancaman Tersembunyi dari Latihan Rudal Iran
Israel peringatkan Trump soal latihan rudal Iran yang dicurigai jadi kedok serangan. AS belum lihat ancaman langsung, tapi siaga penuh
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Israel meningkatkan kewaspadaan dan memperingatkan pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa latihan rudal Iran berpotensi menjadi kedok serangan mendadak, dipicu trauma serangan Hamas 7 Oktober 2023.
- Amerika Serikat belum melihat indikasi serangan langsung, namun tetap memantau ketat aktivitas Iran karena latihan militer bisa berubah cepat menjadi operasi nyata jika ada keputusan mendadak.
- Koordinasi militer Israel–AS diperketat, termasuk komunikasi langsung pimpinan IDF dan CENTCOM.
TRIBUNNEWS.COM - Israel memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa latihan rudal yang sedang digelar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berpotensi menjadi persiapan serangan terhadap Israel.
Peringatan itu, diungkap pejabat tinggi Israel akhir pekan lalu, menyusul meningkatnya kekhawatiran Tel Aviv terhadap kemungkinan eskalasi konflik langsung dengan Teheran.
Menurut tiga sumber Israel dan Amerika Serikat yang mengetahui pembahasan tersebut, intelijen Israel menilai pergerakan rudal Iran tidak dapat dipandang semata sebagai latihan militer rutin.
Meski belum ada bukti serangan yang bersifat segera, Israel memilih bersikap waspada penuh mengingat pengalaman pahit serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu, yang dinilai sebagai kegagalan intelijen terbesar dalam sejarah modern Israel.
Trauma tersebut, membuat toleransi risiko Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kini jauh lebih rendah.
Setiap pergerakan militer yang tidak biasa, terutama dari musuh strategis seperti Iran, langsung diperlakukan sebagai potensi ancaman serius.
Israel menilai, latihan rudal Iran berpotensi menjadi kedok serangan karena sejumlah faktor.
Salah satunya adalah pola pergerakan rudal dan peluncur yang dinilai menyerupai tahap awal persiapan tempur, bukan sekadar latihan defensif.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, latihan militer digunakan untuk menyamarkan pengerahan senjata dan pasukan guna menghindari deteksi dini.
Sumber keamanan Israel menyebut, latihan memungkinkan Iran memindahkan rudal, menguji sistem komando, serta mengaktifkan unit peluncur tanpa langsung memicu respons internasional.
Situasi inilah yang dinilai berbahaya karena dapat membuka ruang bagi serangan mendadak dengan waktu peringatan yang sangat singkat.
Baca juga: Gudang Rudal Iran Pulih Cepat Pasca-Perang 12 Hari, Israel dan Amerika Salah Perhitungan?
Kekhawatiran Israel juga diperkuat oleh fakta bahwa Iran tengah membangun kembali kemampuan rudal balistiknya setelah perang singkat dengan Israel pada Juni lalu.
Meski persediaan rudal Iran disebut masih di bawah tingkat sebelum perang, peningkatan produksi dalam kondisi latihan militer aktif dinilai menciptakan risiko tambahan.
Bagi Israel, kombinasi antara latihan berskala besar, pembangunan kembali kekuatan rudal, dan retorika keras dari pejabat Iran menjadi alasan kuat untuk bersikap siaga penuh.
AS Belum Temukan Indikasi Serangan Langsung
Di sisi lain, komunitas intelijen Amerika Serikat menyatakan, belum melihat tanda-tanda bahwa Iran akan segera melancarkan serangan.