Reporter New York Times Seret Google AI, xAI, dan OpenAI ke Pengadilan
Perusahaan-perusahaan AI kenamaan tersebut dituding membajak buku-buku mereka dan memasukkannya ke dalam model bahasa besar (LLM)
Penulis:
Bobby W
Editor:
Endra Kurniawan
"Perusahaan-perusahaan LLM seharusnya tidak dapat dengan mudah menghilangkan ribuan klaim bernilai tinggi dengan harga murah," demikian bunyi gugatan Carreyrou tersebut.
Di kasus sejenis sebelumnya, Anthropic selaku perusahaan AI mencapai penyelesaian masalah serupa dalam sengketa hak cipta pelatihan AI di bulan Agustus, dengan pembayaran senilai 1,5 miliar dolar kepada sekelompok penulis yang menuduh perusahaan tersebut membajak jutaan buku.
Gugatan baru ini menyatakan bahwa anggota kelas dalam kasus tersebut hanya akan menerima sebagian kecil (hanya 2 persen) dari batas maksimum Undang-Undang Hak Cipta yakni 150.000 dolar per karya yang dilanggar.
Untuk gugatan terbaru ini, Carreyrou dan rekan-rekannya menggandeng pengacara dari firma hukum Freedman Normand Friedland.
Baca juga: Bahasa Inggris Makin Krusial di Era AI, Indonesia Tetap di Peringkat 80 Dunia
Satu di antara anggota firma hukum tersebut adalah Kyle Roche, yang profilnya juga pernah ditulis oleh Carreyrou dalam artikel New York Times tahun 2023.
Selama sidang pada November dalam gugatan kelas Anthropic, Hakim Distrik Amerika Serikat William Alsup mengkritik firma hukum terpisah yang didirikan bersama Roche karena mengumpulkan penulis untuk mengundurkan diri dari penyelesaian demi mencari "kesepakatan yang lebih manis"
Carreyrou mengatakan kepada hakim dalam sidang berikutnya bahwa mencuri buku untuk membangun AI merupakan "dosa asal" Anthropic dan bahwa penyelesaian tersebut belum cukup memadai.
(Tribunnews.com/Bobby)