Donald Trump Meluncurkan Kelas Kapal Perang Baru, Dinamai Berdasarkan Namanya Sendiri
Donald Trump mengumumkan pembangunan dua kapal perang baru bernama “kelas Trump” sebagai bagian dari konsep modernisasi besar Angkatan Laut AS
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembangunan dua kapal perang baru bernama “kelas Trump” sebagai bagian dari konsep modernisasi besar Angkatan Laut AS, Golden Fleet.
- Kapal-kapal ini disebut akan menjadi yang terbesar di dunia, dilengkapi senjata hipersonik, laser, rudal jelajah, hingga nuklir serta teknologi kecerdasan buatan.
- Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Amerika tertinggal dari China dalam kapasitas pembangunan kapal dan industri maritim global.
TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembangunan dua kapal perang baru bernama “kelas Trump”, yang akan menjadi kapal pertama dalam konsep “Golden Fleet” Angkatan Laut AS.
Mengutip London Maritime Academy, Selasa (23/22/2025), istilah kelas kapal merujuk pada kelompok kapal yang memiliki kesamaan dalam struktur, ukuran, bobot, serta kemampuan operasional.
Sementara itu, Golden Fleet merujuk pada konsep rencana modernisasi besar-besaran Angkatan Laut AS dengan menghadirkan kapal perang canggih yang dilengkapi persenjataan mutakhir, dikutip First Post.
“Masing-masing kapal ini akan menjadi kapal perang terbesar dalam sejarah negara kita, terbesar dalam sejarah dunia,” kata Trump, seperti dilansir USA Today.
Trump didampingi Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta Menteri Angkatan Laut John Phelan saat menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di resor miliknya, Mar-a-Lago, Florida, pada Senin (22/12/2025) sore waktu setempat atau Selasa pagi waktu Indonesia.
Di belakang Trump tampak tiga gambar kapal perang yang diberi label nama “USS Defiant.”
Trump mengatakan bahwa pada akhirnya sebanyak 20 hingga 25 kapal akan membentuk kelas kapal perang baru tersebut.
“Pembangunan dua kapal pertama akan dimulai segera,” ujarnya.
Menurut Trump, kapal-kapal tersebut akan dilengkapi dengan kemampuan menggunakan senjata hipersonik, laser, rudal jelajah, serta senjata nuklir.
Kecerdasan buatan juga akan memainkan peran besar dalam meningkatkan kemampuan operasional kapal-kapal tersebut.
Pada masa jabatan pertamanya, Trump sempat mengkritik desain kapal perang AS yang dinilainya tampak buruk, serta mendorong perombakan besar-besaran terhadap armada laut negara itu.
Kapal perang “kelas Trump” disebut akan menjadi peningkatan dari kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke, yang dinamai dari seorang laksamana AS era Perang Dunia II dan Perang Korea.
Kelas Arleigh Burke mulai beroperasi pada 1991 dan masih diproduksi hingga saat ini.
Baca juga: Dunia Hari Ini: Jenderal Rusia Tewas dalam Ledakan Bom di Mobil – Bentrok Bersenjata di Aleppo
Sebelumnya, Menteri Angkatan Laut John Phelan pada 19 Desember mengumumkan bahwa ia telah mengarahkan pembangunan kelas fregat baru sebagai bagian dari konsep Golden Fleet.
Kelas kapal baru ini akan memiliki bobot lebih besar dibandingkan kapal perusak Angkatan Laut AS saat ini, kata para pejabat kepada Wall Street Journal, yang pertama kali melaporkan pengumuman Trump tersebut.
Baca tanpa iklan