Media Pemerintah China Tanggapi Kapal Baru Trump: Target yang Lebih Mudah
Media pemerintah China menilai kapal berukuran sangat besar dari kelas Trump justru lebih rentan menjadi sasaran mudah.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Bobby Wiratama
“Pada akhirnya, kami memperkirakan akan ada sekitar 20 hingga 25 kapal jenis ini,” kata Trump.
Hingga kini, pemerintahan AS belum mengumumkan jadwal pembangunan kapal-kapal tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut AS tercatat telah membatalkan atau memangkas sejumlah program kapal perang.
Bulan lalu, pemerintahan Trump membatalkan rencana pembangunan kapal fregat kelas Constellation setelah mengalami pembengkakan biaya dan penundaan konstruksi yang signifikan.
Sementara itu, pada 2009, Pentagon mengakhiri program kapal perusak kelas Zumwalt yang berbiaya sangat mahal setelah hanya memproduksi tiga dari total 32 kapal yang semula direncanakan.
Amerika Tertinggal dari China
Para pejabat AS dan analis pertahanan berulang kali memperingatkan bahwa Amerika Serikat tertinggal dari China dalam kapasitas pembangunan kapal.
Mengutip BBC.com, lebih dari 60 persen pesanan kapal dunia pada tahun ini diberikan kepada galangan kapal China, sementara angkatan laut negara tersebut telah menjadi yang terbesar di dunia.
Sejak kembali menjabat pada Januari, Trump berjanji akan menghidupkan kembali industri pembuatan kapal AS.
Baca juga: Trump Tawarkan Duit Rp50 Juta bagi Migran Ilegal yang Mau Angkat Kaki dari AS
“Dulu kita membuat begitu banyak kapal,” kata Trump pada Maret lalu.
“Kini kita tidak membuatnya terlalu banyak, tetapi kita akan membuatnya dengan sangat cepat, segera. Ini akan berdampak besar.”
Pada Oktober, Trump dan Presiden Finlandia Alexander Stubb menandatangani kesepakatan agar AS membeli 11 kapal pemecah es rancangan Finlandia, termasuk tujuh unit yang akan dibangun di AS dengan keahlian dari Finlandia.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan