10 Tradisi Unik Natal di Dunia: Lomba Lari di Jerman dan Austria, Warga Guatemala 'Membakar Setan'
Dari beberapa negara di seluruh dunia yang merayakan Natal, ada banyak tradisi unik yang mungkin belum diketahui.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Garudea Prabawati
Semuanya berawal setelah kampanye pemasaran yang sangat sukses pada tahun 1970-an.
KFC mempromosikan ayam goreng renyahnya sebagai hidangan andalan untuk perayaan, dan mengingat tidak adanya tradisi Natal yang mapan di Jepang, ide tersebut pun diterima.
Seiring waktu, makan KFC saat Natal berkembang menjadi kebiasaan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Menurut BBC, sebanyak 3,6 juta keluarga Jepang merayakan Natal dengan hidangan KFC, dan beberapa di antaranya dilaporkan mengantre berjam-jam jika belum memesan sebelumnya.
Tradisi Natal Kentucky Fried Chicken di Jepang biasanya diakhiri dengan sepotong kue stroberi yang lezat, yang dikenal sebagai 'kue Natal'.
Dan, bagi sebagian orang di Jepang, Malam Natal juga dianggap sebagai hari libur romantis yang menyaingi Hari Valentine.
Pasangan meluangkan waktu untuk makan malam mewah, bertukar hadiah romantis, atau berjalan bergandengan tangan di bawah pajangan lampu meriah yang mempesona.
3. Membakar Setan (Guatemala)
Setiap tahun, pada tanggal 7 Desember pukul enam sore, warga Guatemala memulai musim Natal dengan La Quema del Diablo, atau 'Pembakaran Setan'.
Selama festival ini, orang-orang membersihkan rumah mereka dari sampah, menumpuknya, dan membakarnya dalam api unggun besar.
Anda juga akan melihat warga berpakaian seperti Setan sambil menyalakan petasan dan kembang api, serta membakar pinata berbentuk setan.
Menurut kepercayaan setempat, iblis bersembunyi di bawah tempat tidur, di belakang perabot, dan di tempat sampah.
Oleh karena itu, membersihkan rumah dan membakar sampah (bersama dengan patung iblis yang biasanya terbuat dari kertas bubur) dianggap sebagai ritual pembersihan.
Hal ini dilakukan sebagai persiapan untuk Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Dosa, yang dirayakan sehari setelahnya dan untuk menghormati Perawan Maria.
4. 13 Yule Lads (Islandia)
Menurut tradisi, setiap hari antara tanggal 12 Desember dan Hari Natal, anak-anak Islandia meletakkan sepatu di ambang jendela.
Alih-alih Sinterklas, mereka dikunjungi satu per satu oleh 13 Yule Lads – makhluk nakal namun riang yang tinggal di pegunungan dan meninggalkan hadiah atau kentang busuk di sepatu mereka, tergantung apakah si kecil nakal atau baik.
Baca tanpa iklan