Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemukim Yahudi Ambruk di Operasi Beit Shean, Ben-Gvir: Persenjatai Warga Sipil Israel!

Adapun penyerangan oleh warga Palestina dinilai sebagai bentuk aksi sporadis atas kekerasan yang terus menerus oleh Pemerintah Israel

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pemukim Yahudi Ambruk di Operasi Beit Shean, Ben-Gvir: Persenjatai Warga Sipil Israel!
Photo credit: MENAHEM KAHANA/AFP/Getty Images
SIPIL BERSENJATA - Milisi pemukim bentukan tentara Israel yang bertugas di wilayah permukiman masing-masing di daerah pendudukan di Palestina. Warga sipil pemukim Yahudi kini mendapat kelonggaran dari pemerintah Israel untuk mempersenjatai diri, meingkatkan risiko bentrokan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. 

Pemukim Yahudi Ambruk di Operasi Beit Shean, Ben-Gvir: Persenjatai Warga Sipil Israel!

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mendesak warga Israel untuk mempersenjatai diri sebagai respons atas insiden yang terjadi di daerah Beit She'an, Palestina utara yang diduduki, pada Jumat (27/12/2025) kemarin.

Pada insiden itu, dua warga Israel tewas dan enam lainnya luka-luka dalam serangan penabrakan mobil dan penusukan.

Polisi Israel menyatakan, pelaku penyerangan merupakan seorang warga Tepi Barat.

Baca juga: Media Ibrani: Serangan Pemukim Yahudi Bukan Sporadis Tapi Kebijakan Resmi untuk Mencaplok Tepi Barat

"Saya menyerukan kepada warga Israel untuk mempersenjatai diri. Serangan itu membuktikan bahwa senjata menyelamatkan nyawa," kata Ben-Gvir, merujuk pada operasi penyerangan terhadap pemukim Yahudi di Beit She'an.

Pada insiden tersebut, layanan ambulans Israel mengatakan serangan ganda di Beit She'an terjadi di tiga lokasi, di mana seorang wanita ditikam hingga tewas, satu orang lainnya tewas dalam kecelakaan tabrak lari, dan enam orang lainnya terluka karena serangan.

Koresponden Al Jazeera menjelaskan, pelakunya adalah seorang pemuda Palestina yang menabrak seorang warga Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Sang pemuda kemudian keluar dari mobilnya dan menikam seorang wanita. Laporan menambahkan kalau dia ditembak oleh polisi Israel yang berhasil menangkapnya.

Ben-Gvir membenarkan – dalam pernyataan yang dilaporkan oleh saluran Israel “i24 News” dari lokasi serangan – kalau pelaku serangan telah “dinetralisir” oleh seorang warga sipil bersenjata.

Sipil bersenjata, menurutnya merupakan faktor penting dalam mencegah peningkatan jumlah korban jiwa.

Adapun penyerangan oleh warga Palestina dinilai sebagai bentuk aksi sporadis atas kekerasan yang terus menerus mereka terima secara sistematik oleh pemerintah Israel.

Milisi pemukim bentukan tentara Israel yang bertugas di wilayah permukiman masing-masing di daerah pendudukan di Palestina.
Milisi pemukim bentukan tentara Israel yang bertugas di wilayah permukiman masing-masing di daerah pendudukan di Palestina. (Photo credit: MENAHEM KAHANA/AFP/Getty Images)

Unit Tanggap Darurat Sipil

Itamar Ben-Gvir kemudian mendorong warga Israel untuk memanfaatkan pelonggaran terbaru dalam persyaratan perizinan senjata api dan untuk bergabung dengan unit tanggap darurat sipil.

Unit ini dibentuk Israel dengan merekrut warga sipil pemukim Yahudi yang dipersenjatai untuk meningkatkan respons langsung terhadap serangan musuh.

Ben-Gvir juga kembali menegaskan isu hukuman mati terhadap pelaku-pelaku penyerangan. khususnya bagi mereka warga Palestina.

Dia mengatakan, "Langkah yang akan menyelamatkan lebih banyak nyawa adalah memberlakukan undang-undang yang mengizinkan hukuman mati bagi teroris yang terbukti bersalah melakukan serangan mematikan."

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas