Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anggaran Pertahanan Terbesar Jepang: Dari Drone SHIELD hingga Rudal Jarak 1.000 Km

Pemerintah Jepang menyetujui anggaran pertahanan terbesar sepanjang sejarah untuk tahun fiskal 2026, dengan total lebih dari 9 triliun yen

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Anggaran Pertahanan Terbesar Jepang: Dari Drone SHIELD hingga Rudal Jarak 1.000 Km
HO/IST/Badan Penjaga Pantai Jepang
ANGGARAN DRONE - Drone SeaGuardian dapat beroperasi selama 24 jam tanpa henti dengan jangkauan 4.800 kilometer. Sistem Drone “SHIELD” untuk Pertahanan Pesisir Jepang dianggarkan sekitar 100 miliar yen dari total anggaran keseluruhan lebih dari 9 triliun yen 
Ringkasan Berita:
  • Jepang mengalokasikan lebih dari 9 triliun yen untuk pertahanan 2026, termasuk sekitar 100 miliar yen bagi sistem drone SHIELD untuk pengawasan pesisir dan pulau terpencil 
  • Fokus utama diarahkan pada penguatan rudal jarak jauh senilai 970 miliar yen serta pengembangan jet tempur generasi baru bersama Inggris dan Italia 
  • Kebijakan ini menandai pergeseran besar strategi militer Jepang menghadapi ketegangan Asia Timur.
 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Sistem Drone “SHIELD” untuk Pertahanan Pesisir Jepang dianggarkan sekitar 100 miliar yen dari total anggaran keseluruhan lebih dari 9 triliun yen. Lalu anggaran lain untuk apa saja?

"Untuk menghadapi keterbatasan personel akibat populasi yang menua dan menyusut, Jepang meningkatkan investasi pada sistem nirawak. Sekitar 100 miliar yen dialokasikan untuk pengembangan dan pengerahan sistem drone udara, permukaan laut, dan bawah laut dalam kerangka program SHIELD," ungkap sumber Tribunnews.com hari Sabtu (27/12/2025).

Sistem ini ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2028 dan difokuskan pada pengawasan serta pertahanan wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil.

Pemerintah Jepang menyetujui anggaran pertahanan terbesar sepanjang sejarah untuk tahun fiskal 2026, dengan total lebih dari 9 triliun yen. 

Anggaran pertahanan ini menjadi bagian dari anggaran nasional 122,3 triliun yen yang mulai berlaku pada April 2026 dan masih menunggu persetujuan parlemen.

Baca juga: Pemerintah Jepang Diminta Awasi Distribusi Luar Negeri di Tengah Target 10 Triliun Yen Pasar Anime

Kenaikan belanja ini menandai tahun keempat dari rencana lima tahun Jepang untuk meningkatkan anggaran pertahanan hingga sekitar 2 persen Produk Domestik Bruto (PDB), seiring meningkatnya ketegangan keamanan di Asia Timur.

Fokus Utama: Kemampuan Serangan Jarak Jauh

Rekomendasi Untuk Anda

Porsi terbesar diarahkan pada penguatan kemampuan rudal jarak jauh (standoff capability). Pemerintah mengalokasikan sekitar 970 miliar yen untuk pos ini. Dari jumlah tersebut, 177 miliar yen digunakan untuk pembelian dan peningkatan rudal Type-12 buatan dalam negeri, yang memiliki jangkauan hingga sekitar 1.000 kilometer.

Langkah ini mencerminkan perubahan signifikan keb

ijakan pertahanan Jepang yang sebelumnya hanya berorientasi pada pertahanan murni pascaperang.

Kerja Sama Jet Tempur Generasi Baru

Dalam rangka memperkuat industri pertahanan, Jepang menganggarkan lebih dari 160 miliar yen untuk pengembangan jet tempur generasi berikutnya bersama Inggris dan Italia. 

Proyek ini menargetkan pengoperasian pesawat pada 2035, sekaligus mencakup riset drone berbasis kecerdasan buatan yang akan beroperasi bersama pesawat tempur.

Selain itu, hampir 10 miliar yen disiapkan untuk memperkuat basis industri pertahanan dan mendukung ekspor alutsista, seiring pelonggaran aturan ekspor senjata Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

Dana Cadangan dan Pos Lainnya

Pemerintah juga menyiapkan sekitar 1 triliun yen sebagai dana cadangan, yang dapat digunakan untuk kebutuhan darurat pertahanan atau penyesuaian kebijakan selama pembahasan anggaran di parlemen.

Pos anggaran lainnya mencakup:

  • Penguatan pertahanan siber dan luar angkasa
  • Modernisasi fasilitas Pasukan Bela Diri Jepang
  • Peningkatan kesejahteraan dan kapasitas sumber daya manusia militer
  • Riset teknologi pertahanan mutakhir
Sejalan dengan Strategi Keamanan Nasional

Kebijakan anggaran ini sejalan dengan Strategi Keamanan Nasional 2022, yang menyebut China sebagai tantangan strategis terbesar bagi Jepang

Pemerintahan Sanae Takaichi juga tengah menyiapkan pembentukan kantor khusus pemantauan militer China di bawah Kementerian Pertahanan Jepang, guna memperkuat analisis dan peringatan dini.

Dengan total anggaran ini, Jepang diproyeksikan menjadi negara dengan belanja pertahanan terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan China. 

"Pemerintah menegaskan peningkatan belanja dilakukan sambil tetap menjaga disiplin fiskal, di tengah beban utang publik Jepang yang masih tertinggi di antara negara maju."

Para analis menilai, tahun 2026 akan menjadi titik krusial bagi transformasi kebijakan pertahanan Jepang—baik dari sisi kemampuan militer, struktur intelijen, maupun peran strategisnya di kawasan Indo-Pasifik.

Diskusi  pertahanan   di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas