Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jepang Siapkan Pengetatan Izin Tinggal dan Properti Warga Asing

Jepang memperketat izin tinggal, properti, pajak dan asuransi sosial orang asing namun tanpa reformasi menyeluruh, daya tarik Jepang makin merosot

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Jepang Siapkan Pengetatan Izin Tinggal dan Properti Warga Asing
Wikipedia
Pengaturan orang asing dipercayakan kepada Kimi Onoda, politisi Jepang dari Partai Demokrat Liberal (LDP) dan anggota Majelis Tinggi Parlemen Jepang, Menteri Negara untuk Urusan Khusus (State Minister) 

Upah per jam pekerja sederhana di Singapura juga jauh lebih tinggi. Selain itu, keterbatasan penggunaan bahasa Inggris di Jepang membuat negara ini semakin kurang kompetitif di pasar tenaga kerja global.

Asal Pekerja Asing Mulai Bergeser

Data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan per Oktober 2024 menunjukkan lima negara asal terbesar pekerja asing di Jepang adalah Vietnam, China, Filipina, Nepal, dan Indonesia. Vietnam menyalip China sejak 2019, namun tren ini mulai melemah.

Seiring meningkatnya PDB per kapita Vietnam dan melemahnya nilai yen, banyak calon pekerja kini lebih memilih Korea Selatan dan Taiwan yang menawarkan upah lebih tinggi dan prospek ekonomi lebih menjanjikan.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, Asia menghasilkan sekitar 5,9 juta migran tenaga kerja baru setiap tahun. Jepang sebelumnya menjadi tujuan utama di Asia Timur, namun dominasi tersebut kini runtuh akibat stagnasi ekonomi dan depresiasi yen.

Filipina, salah satu eksportir tenaga kerja terbesar di dunia, juga semakin menjauh dari Jepang karena faktor upah dan hambatan bahasa. 

Dalam kondisi ini, Jepang diperkirakan hanya akan menarik pekerja dari negara-negara berpendapatan sangat rendah di Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika.

Visi Takaichi Dipertanyakan

Para analis memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, Jepang berisiko menjadi negara yang hanya menerima migran dari wilayah termiskin dan paling rentan konflik. 

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan, tanpa reformasi mendasar dan visi jangka panjang yang jelas, Jepang dalam jangka panjang dikhawatirkan berubah dari negara tujuan migrasi menjadi negara pengirim migran.

Dalam situasi yang oleh pengamat disebut anakronistis ini, pengetatan regulasi semata dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan. Kebijakan imigrasi setengah hati justru berpotensi mempercepat penurunan daya tarik Jepang di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Diskusi  lowongan kerja di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas