Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setelah Bertemu Netanyahu, Trump: Ada Konsekuensi jika Hamas Gagal Lucuti Senjata

Setelah bertemu Perdana Menteri Israel Netanyahu, Presiden AS Trump mengancam Hamas dengan risiko mengerikan jika gagal melucuti senjata secepatnya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Setelah Bertemu Netanyahu, Trump: Ada Konsekuensi jika Hamas Gagal Lucuti Senjata
Facebook Kantor Perdana Menteri Israel
TRUMP MENJAMU NETANYAHU - Foto diambil dari FB PM Israel, Selasa (30/12/2025). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida, Senin (29/12/2025). 

Sekutu Israel, Presiden AS Donald Trump mengusulkan proposal gencatan senjata untuk Israel dan Hamas pada akhir September lalu.

Israel dan Hamas lalu menyepakati gencatan senjata yang berlaku pada 10 Oktober setelah negosiasi yang ditengahi oleh Mesir dan Qatar dengan partisipasi AS dan Turki di Sharm el-Sheikh, Mesir pada 6-10 Oktober.

Namun, Israel dan Hamas saling tuduh atas pelanggaran gencatan senjata yang membahayakan kelanjutan diskusi tahap kedua.

Trump Berbicara Tentang Iran

Selain membahas Jalur Gaza dalam pertemuannya dengan Netanyahu, Trump juga berbicara tentang Iran.

Ia mengisyaratkan Iran mungkin berupaya memulihkan program nuklirnya setelah serangan udara AS pada bulan Juni merusak tiga fasilitas nuklir Iran lalu.

“Sekarang saya mendengar bahwa Iran mencoba untuk membangun kembali kekuatannya, dan jika mereka melakukannya, kita harus menjatuhkan mereka,” kata Trump kepada wartawan. 

“Kita akan menjatuhkan mereka. Kita akan menghancurkan mereka. Tapi, mudah-mudahan, itu tidak terjadi," lanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan konsekuensi dari langkah tersebut bisa lebih dahsyat daripada sebelumnya.

“Kita tahu persis ke mana mereka pergi, apa yang mereka lakukan, dan saya harap mereka tidak melakukannya, karena kita tidak ingin membuang bahan bakar untuk B-2,” tambah Trump, merujuk pada pesawat pembom yang digunakan dalam serangan sebelumnya.

“Perjalanan pulang pergi memakan waktu 37 jam. Saya tidak ingin membuang banyak bahan bakar," lanjutnya, lapor Al Jazeera.

Ketika diminta wartawan untuk memberikan bukti dari pernyataannya, Trump menolak.

Tidak ada komentar langsung dari Iran.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas