Setelah Bertemu Netanyahu, Trump: Ada Konsekuensi jika Hamas Gagal Lucuti Senjata
Setelah bertemu Perdana Menteri Israel Netanyahu, Presiden AS Trump mengancam Hamas dengan risiko mengerikan jika gagal melucuti senjata secepatnya.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Sekutu Israel, Presiden AS Donald Trump mengusulkan proposal gencatan senjata untuk Israel dan Hamas pada akhir September lalu.
Israel dan Hamas lalu menyepakati gencatan senjata yang berlaku pada 10 Oktober setelah negosiasi yang ditengahi oleh Mesir dan Qatar dengan partisipasi AS dan Turki di Sharm el-Sheikh, Mesir pada 6-10 Oktober.
Namun, Israel dan Hamas saling tuduh atas pelanggaran gencatan senjata yang membahayakan kelanjutan diskusi tahap kedua.
Trump Berbicara Tentang Iran
Selain membahas Jalur Gaza dalam pertemuannya dengan Netanyahu, Trump juga berbicara tentang Iran.
Ia mengisyaratkan Iran mungkin berupaya memulihkan program nuklirnya setelah serangan udara AS pada bulan Juni merusak tiga fasilitas nuklir Iran lalu.
“Sekarang saya mendengar bahwa Iran mencoba untuk membangun kembali kekuatannya, dan jika mereka melakukannya, kita harus menjatuhkan mereka,” kata Trump kepada wartawan.
“Kita akan menjatuhkan mereka. Kita akan menghancurkan mereka. Tapi, mudah-mudahan, itu tidak terjadi," lanjutnya.
Ia mengatakan konsekuensi dari langkah tersebut bisa lebih dahsyat daripada sebelumnya.
“Kita tahu persis ke mana mereka pergi, apa yang mereka lakukan, dan saya harap mereka tidak melakukannya, karena kita tidak ingin membuang bahan bakar untuk B-2,” tambah Trump, merujuk pada pesawat pembom yang digunakan dalam serangan sebelumnya.
“Perjalanan pulang pergi memakan waktu 37 jam. Saya tidak ingin membuang banyak bahan bakar," lanjutnya, lapor Al Jazeera.
Ketika diminta wartawan untuk memberikan bukti dari pernyataannya, Trump menolak.
Tidak ada komentar langsung dari Iran.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan