Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Negara Pertama dan Terakhir yang Merayakan Tahun Baru 2026

Inilah negara pertama dan terakhir di dunia yang merayakan Tahun Baru 2026. Simak juga penjelasan tentang zona waktu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Negara Pertama dan Terakhir yang Merayakan Tahun Baru 2026
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TAHUN BARU 2026 - Suasana malam perayaan tahun baru 2026 di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (1/1/2026). Inilah negara pertama dan terakhir yang merayakan perayaan Tahun Baru 2026 karena adanya Garis Tanggal Internasional. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Perayaan Tahun Baru 2026 sudah dimulai hampir di seluruh dunia.

Negara-negara di benua Asia, Samudra Pasifik Tengah, dan Oseania telah merayakan malam pergantian tahun.

Untuk wilayah seperti Eropa, Afrika, Amerika, dan Pasifik terluar tengah menanti detik-detik pergantian waktu dari 2025 ke 2026.

Hal ini terjadi dikarenakan adanya zona waktu yang membagi antara negara-negara tersebut.

Lantas, negara mana yang merayakan Tahun Baru 2026 pertama dan terakhir?

Negara Pertama: Kiribati

Mengutip CBS8, Negara kepulauan Kiribati, khususnya wilayah Kiritimati, memegang predikat sebagai wilayah pertama di dunia yang menyambut Tahun Baru.

Rekomendasi Untuk Anda

Kiritimati berada di zona waktu UTC+14.

Sebagai perbandingan, wilayah ini merayakan pergantian tahun 7 jam lebih awal daripada Waktu Indonesia Barat (WIB).

Ketika warga Jakarta masih bersiap-siap untuk makan malam di pukul 17.00 WIB, warga Kiritimati sudah bersorak merayakan detik-detik pergantian tahun.

Setelah Kiribati, wilayah Kepulauan Chatham di Selandia Baru menyusul 15 menit kemudian.

Baca juga: Bukan Perayaan, Warga Palestina di Gaza Sambut Tahun Baru dengan Kesedihan: Mimpi Buruk Tak Berujung

Lalu diikuti oleh daratan utama Selandia Baru dan Australia (Sydney).

Pada tahun 1995, presiden negara itu memindahkan garis tanggal internasional sehingga melewati Kiribati.

Sebelumnya, garis tanggal tersebut memotong Kiribati — sehingga "hari ini" memiliki arti yang berbeda tergantung di mana Anda berada di negara itu.

Saat itu, presiden mengatakan kepada New York Times bahwa ia "sedang memikirkan untuk menyatukan" republik tersebut.

Perubahan tersebut berarti beberapa pulau di ujung timur Kiribati yang sebelumnya termasuk yang terakhir di dunia yang melihat setiap hari baru, kini menjadi yang pertama. 

Negara Terakhir: Wilayah Terluar Amerika Serikat

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas