Rusia Rilis Video Puing Drone yang 'Serang' Rumah Putin, Ukraina Membantah
Kementerian Pertahanan Rusia merilis video puing drone yang diduga menargetkan rumah Putin, Ukraina membantah klaim Rusia.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Pihak militer juga merilis kesaksian video dari seorang pria yang diidentifikasi sebagai Igor Bolshakov, yang digambarkan sebagai penduduk Valdai, yang mengklaim mendengar ledakan pada saat dugaan serangan terhadap kediaman Putin.
Sementara itu, pihak berwenang di Moskow mengklaim Ukraina melancarkan operasi drone skala besar yang menargetkan rumah Putin dalam serangan itu, lapor Pravda.
Ukraina Membantah Tuduhan Rusia
Ukraina menolak tuduhan tersebut sebagai upaya untuk mengganggu pembicaraan yang dimediasi AS untuk mengakhiri perang.
"Kebohongan lain dari Rusia. Jelas, kemarin kami mengadakan pertemuan dengan Trump, dan jelas bagi Rusia, jika tidak ada perselisihan antara Amerika dan kami, dan sebaliknya kami mencapai kemajuan, maka itu adalah kegagalan bagi mereka," kata Zelenskyy, Senin (29/12/2025).
"Mereka tidak ingin mengakhiri perang ini. Mereka hanya mampu mengakhirinya di bawah tekanan. Dan karena itu, saya yakin, mereka mencari alasan… dan mereka terus melangkah lebih jauh," lanjutnya, seperti diberitakan Pravda.
Zelenskyy menuduh Rusia mungkin sedang merencanakan serangan terhadap ibu kotanya, Kyiv, setelah Rusia menuduh Ukraina menargetkan kediaman Putin.
Sementara itu, para pejabat Eropa mendukung pernyataan Ukraina yang menolak tuduhan Rusia.
Wakil Presiden Komisi Eropa, Kaja Kallas menyebut Rusia sengaja mengalihkan perhatian untuk menggagalkan proses perdamaian dan mengakhiri perang.
"Tidak seorang pun boleh menerima klaim tak berdasar dari agresor yang telah secara membabi buta menargetkan infrastruktur dan warga sipil Ukraina," tulis Kaja Kallas di media sosial, Rabu (31/12/2025).
Pada hari Senin, Menteri Luar Rusia Sergei Lavrov mengklaim Ukraina melakukan serangan drone ke kediaman Putin pada malam tanggal 28-29 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa Rusia mungkin akan mempertimbangkan kembali posisinya dalam negosiasi karena serangan itu dan juga sedang mempersiapkan serangan balasan.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)