Perang Rusia-Ukraina Hampir Genap 4 Tahun, Putin Yakin Menang, Ini Respons Zelensky
Jelang empat tahun perang Ukraina, Putin yakin Rusia menang, sementara Zelensky tegaskan Kyiv tolak perdamaian dengan harga apa pun
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa Moskow akan memenangkan perang di Ukraina, hampir empat tahun sejak invasi dimulai pada Februari 2022.
- Dalam pidato Malam Tahun Baru, Putin menyerukan dukungan rakyat Rusia bagi pasukan di medan perang.
- Pernyataan itu ditanggapi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menegaskan Kyiv menginginkan perdamaian, namun menolak kesepakatan yang lemah atau mengorbankan kedaulatan.
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina berlangsung hampir empat tahun sejak invasi skala penuh dilancarkan pada Februari 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa Moskow akan memenangkan perang di Ukraina.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam pidato Malam Tahun Baru yang disiarkan televisi nasional pada Rabu (31/12/2025) waktu setempat.
Al Jazeera melaporkan, Putin menyerukan kepada rakyat Rusia untuk terus mendukung pasukan yang ia sebut sebagai “pahlawan” di medan perang Ukraina.
“Kami percaya pada kalian dan kemenangan kita,” kata Putin, meski konflik masih berlangsung sengit dan hasil akhirnya belum pasti.
Pidato ini menandai hampir empat tahun perang Rusia-Ukraina yang memicu kekhawatiran di Eropa akan potensi meluasnya konflik ke luar wilayah Ukraina.
Putin juga kembali menggambarkan perang tersebut sebagai perjuangan demi “kebenaran dan keadilan” Rusia, sekaligus menegaskan bahwa Moskow tidak akan mundur.
Zelensky: Kami Ingin Berakhirnya Perang, Bukan Berakhirnya Ukraina
Sikap Putin mendapat respons tegas dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Dalam pidato Tahun Barunya, Zelensky menyatakan Ukraina menginginkan perdamaian, tetapi menolak kesepakatan yang lemah.
“Kami menginginkan berakhirnya perang, tetapi bukan berakhirnya Ukraina,” ujar Zelensky.
Baca juga: 10 Persen Lagi, Ukraina Optimis Menuju Kesepakatan Damai tapi Dihalangi Rusia
Ia menegaskan Kyiv tidak akan menerima perdamaian “dengan harga berapa pun” atau mengorbankan kedaulatan negaranya.
Zelensky mengungkapkan bahwa kesepakatan damai yang dimediasi Amerika Serikat disebut telah “90 persen siap”, namun masih terdapat isu krusial yang belum terselesaikan.
“Sepuluh persen terakhir akan menentukan nasib Ukraina, Eropa, dan kehidupan jutaan orang,” katanya.
Moskow Klaim Gagalkan Serangan Drone di Kediaman Putin
Sementara itu, Rusia mengklaim telah menggagalkan upaya serangan drone Ukraina terhadap salah satu kediaman Presiden Putin di wilayah Novgorod.
Kementerian Pertahanan Rusia merilis video yang diklaim menunjukkan drone Ukraina yang jatuh, serta menyebut 91 drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara.
Namun, Kyiv membantah keras klaim tersebut.
Ukraina menuding Moskow mengarang insiden itu untuk membenarkan sikap keras dalam perundingan damai.
BBC melaporkan, sejumlah negara Barat bersikap skeptis terhadap klaim Rusia tersebut.
Diplomat tertinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, menuduh Moskow berupaya menggagalkan pembicaraan damai dengan klaim yang tidak berdasar.
“Ini adalah pengalihan perhatian yang disengaja dari agresor,” tulis Kallas di media sosial X.
Di lapangan, pertempuran masih terus berlangsung.
Odesa Dihantam Drone Rusia
Baca juga: Malam Tahun Baru, Ukraina Lakukan Serangan Drone ke Fasilitas Minyak Rusia
Pejabat Ukraina melaporkan serangan drone Rusia semalam menghantam kota Odesa, melukai enam orang, termasuk anak-anak, serta merusak gedung apartemen dan infrastruktur energi.
Perusahaan listrik DTEK menyebut dua fasilitas energi mengalami kerusakan serius dan membutuhkan waktu untuk dipulihkan.
Di sisi lain, Rusia mengklaim pasukannya terus maju di wilayah Sumy dan Kharkiv untuk memperluas “zona penyangga” di perbatasan, sebuah konsep yang ditolak Kyiv.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.