13 Orang Dilaporkan Tewas Usai Konsumsi Air Keran di India, Diduga Terkontaminasi
Dugaan sementara peristiwa ini terjadi dikarenakan saluran air yang berada di wilayah Negara Bagian Madhya Pradesh tersebut terkontaminasi.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Air keran terkontaminasi di Madhya Pradesh, India, diduga akibat kebocoran limbah, menyebabkan sedikitnya 13 orang tewas dan ratusan warga, termasuk anak-anak, jatuh sakit
- Lebih dari 162 pasien dirawat di rumah sakit di Indore, dengan puluhan dalam kondisi kritis, setelah mengalami diare dan muntah akibat air tercemar
- Penanganan kasus memicu kontroversi politik, menyusul pernyataan kasar seorang menteri kepada wartawan, perbedaan data jumlah korban, serta tuntutan pertanggungjawaban dari oposisi
TRIBUNNEWS.COM - Tiga belas orang dilaporkan tewas dan ratusan orang, termasuk banyak anak-anak, jatuh sakit setelah meminum air keran di India bagian tengah.
Dugaan sementara peristiwa ini terjadi dikarenakan saluran air yang berada di wilayah Negara Bagian Madhya Pradesh tersebut telah terkontaminasi.
Hal ini diperkuat dengan pengakuan warga dan keluarga korban yang mengatakan kepada media lokal bahwa air berbau busuk telah dialirkan ke daerah tersebut selama seminggu terakhir.
Dikutip dari Times of India, sejumlah warga yang menderita diare dan muntah setelah menggunakan air dari saluran pipa juga dilaporkan telah dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Indore, Madhya Pradesh.
Setidaknya, lebih dari 162 pasien masih dirawat di 27 rumah sakit di Indore, dengan 26 di antaranya dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif (ICU).
Korban termasuk anak-anak kecil termasuk bayi berusia enam bulan yang meninggal pada 31 Desember 2025 setelah menderita diare berat.
Pejabat kota Indore menduga kejadian ini terjadi akibat kebocoran limbah yang mungkin telah bercampur dengan pasokan air keran karena adanya kebocoran pada saluran pipa di Bhagirathpura.
Pipa air minum utama di Bhagirathpura ternyata berada di bawah konstruksi toilet polisi setempat, di mana limbah dialirkan ke lubang resapan tepat di atas pipa.
Kebocoran pada sambungan pipa air limbah kemudian diduga bercampur dengan air bersih, menyebabkan wabah diare, muntah, dan dehidrasi parah.
Warga Bhagirathpura, sebuah kawasan padat penduduk dengan sekitar 15.000 jiwa, telah mengeluhkan air keran berbau busuk dan kotor sejak seminggu sebelumnya.
Keluhan ini dilaporkan berulang kali kepada otoritas Indore Municipal Corporation (IMC), tetapi tidak ditindaklanjuti dengan cepat.
Investigasi awal mengungkap kelalaian serius, termasuk penundaan tender perbaikan pipa lama yang sudah diajukan sejak Agustus 2025 sekitar Rp 4,5 miliar.
Baca juga: Gandeng Vantara India, Pemerintah Berharap Bisa Revitalisasi Rumah Sakit Gajah di Sumatera
Menteri Utama Madhya Pradesh, Mohan Yadav, menyebut insiden ini sebagai "situasi darurat" dan dirinya telah mengunjungi rumah sakit yang menjadi lokasi rujuk pada Rabu (31/12/2025).
Tak sendirian, Yadav melakukan kunjungan tersebut bersama Menteri Pembangunan Perkotaan dan Perumahan, Kailash Vijayvargiya.
Yadav mengumumkan kompensasi sebesar 200.000 rupee (sekitar Rp 37,1 juta) untuk keluarga korban meninggal, perawatan gratis bagi semua pasien, serta penyediaan air bersih melalui tangki dan tablet klorin.
Baca tanpa iklan