Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

AS Desak Israel Buka Rafah, Akses Gaza Disebut Segera Normal Kembali

Israel bersiap membuka Rafah setelah tekanan AS; akses Gaza kembali normal meski hujan lebat ancam pengungsi Palestina.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in AS Desak Israel Buka Rafah, Akses Gaza Disebut Segera Normal Kembali
omanobserver
PERBATASAN RAFAH - Garis perbatasan antara Mesir dan Rafah, wilayah Palestina yang diduduki Israel. Garis ini dikenal sebagai koridor Philadelphia, wilayah yang ngotot dikuasai Israel dan membuat marah negara-negara Arab. Israel bersiap membuka kembali Penyeberangan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir menyusul kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat (AS), Rabu (1/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Israel bersiap membuka kembali Penyeberangan Rafah untuk warga Gaza menyusul tekanan AS agar bantuan kemanusiaan bisa masuk.
  • Sejak Mei 2024, Israel menduduki sisi Palestina perbatasan, memicu krisis.
  • Netanyahu dijadwalkan buka Rafah setelah kembali dari AS, sementara gencatan senjata 2025 sebagian besar menghentikan pertempuran dengan Hamas.

 

TRIBUNNEWS.COM - Israel bersiap membuka kembali Penyeberangan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir menyusul kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat (AS), menurut media Israel Kan 11, Kamis (1/1/2026).

Keputusan tersebut dilaporkan muncul setelah tekanan Presiden AS Donald Trump untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza dan warga Palestina dapat keluar masuk wilayah tersebut.

Penyeberangan Rafah telah lama menjadi satu-satunya jalur bagi warga Gaza untuk mengakses dunia luar.

Namun sejak Mei 2024, pasukan Israel menduduki sisi Palestina perbatasan ini, menghancurkan bangunan, dan membatasi perjalanan, memicu krisis kemanusiaan, terutama bagi pasien.

Fase pertama dari rencana gencatan senjata 20 poin Trump menekankan pentingnya membuka Rafah di kedua arah dan memasukkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski demikian, Israel sebelumnya hanya bersedia membuka penyeberangan untuk keluar warga Palestina, sementara Mesir menutup akses masuk, menimbulkan kekhawatiran internasional.

Para menteri luar negeri dari Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut dan menolak pengusiran warga Palestina dari tanah mereka.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada The Times of Israel bahwa Israel kemungkinan membuka Rafah dalam beberapa hari mendatang, setelah Netanyahu kembali dari AS.

Trump memuji Netanyahu sebagai “pahlawan” dan menegaskan Israel memenuhi rencana perdamaian AS secara penuh.

Kepala IDF, Eyal Zamir, menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi “tahun menentukan” bagi keamanan Israel.

Ia menambahkan, Israel tetap bertekad melucuti senjata Hamas dan mencegah kelompok itu membangun kembali kemampuan militernya.

Baca juga: Kushner dan Netanyahu Bahas Fase Kedua Rencana Trump untuk Gaza, 200 Pejuang Hamas Terjebak di Rafah

Meski gencatan senjata sejak Oktober 2025 sebagian besar menghentikan pertempuran antara Israel dan Hamas, beberapa laporan mengungkapkan pelanggaran masih terjadi.

Hamas menegaskan tidak akan menyerahkan senjatanya.

Selain itu, hujan lebat mengancam pengungsi Palestina.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas