Trump Jelaskan Memar di Tangannya dan Bantah Pernah Tidur di Depan Umum
Presiden AS Donald Trump menjelaskan tentang memar di tangannya dan membantah ia pernah tertidur di depan umum tahun lalu.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengatakan tangannya memar karena ia mengonsumsi aspirin.
- Tahun lalu, Trump menjalani pemeriksaan CT Scan untuk memeriksa kesehatannya.
- Ia membantah berita yang menyebut dirinya tertidur saat menghadiri pertemuan, menyebut itu hanyalah gerakan untuk merilekskan mata.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan penjelasan terkait munculnya memar di tangannya serta pembengkakan pada kakinya.
Presiden berusia 79 tahun itu juga menepis anggapan dirinya pernah tertidur saat menghadiri acara atau pertemuan publik.
Penjelasan tersebut disampaikan Trump saat wawancara dengan Wall Street Journal yang diterbitkan pada Kamis (1/1/2026).
Ia menarik kembali pernyataan sebelumnya tentang menjalani pemindaian MRI Oktober lalu, dengan mengatakan itu adalah pemindaian CT.
Pemindaian CT adalah bentuk pencitraan diagnostik yang lebih cepat daripada MRI, tetapi tidak sedetail MRI dalam membedakan jaringan lunak.
Presiden AS menekankan, kesehatannya "sangat baik" dan menyatakan ketidaksenangannya atas fokus publik pada kondisi kesehatannya.
“Akan jauh lebih baik jika mereka tidak melakukannya, karena fakta bahwa saya menerimanya seolah mengatakan, 'Oh, ada yang salah?' Padahal, tidak ada yang salah," kata Trump kepada Wall Street Journal.
Dalam kesempatan itu, Trump juga menjelaskan tentang tangan kanannya yang kadang terlihat memar dan sering ditutupi dengan lapisan riasan tebal dan terkadang dengan perban.
Dia menjelaskan memar itu disebabkan oleh aspirin yang ia minum setiap hari untuk mengencerkan darahnya.
“Mereka bilang aspirin bagus untuk mengencerkan darah, dan saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya,” kata Trump.
Baca juga: Trump Menderita Gangguan Vena Kronis, Tangan Memar dan Kaki Bengkak
“Saya ingin darah yang encer mengalir melalui jantung saya. Apakah itu masuk akal?” lanjutnya.
Selain itu, pergelangan kakinya juga tampak bengkak, mendorong publik menjadi bertanya-tanya tentang kesehatannya.
Trump menjelaskan ia pernah mencoba mengenakan kaus kaki kompresi untuk mengatasi pembengkakan, tapi berhenti karena tidak menyukainya.
Bantah Tertidur di Depan Umum
Dalam wawancara tersebut, Trump membantah pernah tertidur selama pertemuan di Gedung Putih ketika kamera menangkapnya dengan mata tertutup.
Ia bersikeras sedang mengistirahatkan matanya atau berkedip selama pertemuan yang disiarkan televisi di Ruang Oval dengan para pejabat kesehatan pada bulan November tahun 2025.
Baca tanpa iklan