Pria Indonesia Terdeteksi Infeksi Demam Chikungunya Masuk Makau
Makau kembali temukan kasus chikungunya dari wisatawan Indonesia. Total 46 kasus tercatat sepanjang 2025, otoritas langsung lakukan penelusuran nyamuk
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Makau mengonfirmasi satu kasus impor demam chikungunya dari wisatawan asal Indonesia berusia 55 tahun pada 31 Desember 2025.
- Total sepanjang 2025 mencapai 46 kasus, terdiri dari 8 lokal dan 38 impor.
- Otoritas langsung menelusuri vektor di area kunjungan pasien dan mengimbau peningkatan pencegahan gigitan nyamuk.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintah Makau kembali mengonfirmasi kasus infeksi demam chikungunya masuk ke negaranya.
Biro Kesehatan Pemerintah Makau (SSM) mengumumkan pada 31 Desember malam bahwa satu kasus baru terdeteksi pada hari yang sama.
"Satu pasien dari Indonesia terinfeksi demam chikungunya terdeteksi memasuki Makau," ungkap pemerintah Makau ditulis Macau Shimbun hari ini (1/1/2026).
Kasus ini menjadi infeksi chikungunya pertama di Makau dalam sekitar satu bulan terakhir. Dengan tambahan tersebut, jumlah kumulatif kasus chikungunya sepanjang 2025 mencapai 46, terdiri atas 8 kasus penularan lokal dan 38 kasus impor.
Baca juga: Waspada Chikungunya, Pemkab Bogor Siapkan Langkah Antisipatif Lewat Deteksi Dini dan PSN
Pasien Masuk dari Indonesia
Kasus masuk ke-38 ini dialami seorang pria warga negara Indonesia berusia 55 tahun yang masuk ke Makau dari Indonesia untuk tujuan wisata pada 29 Desember.
Pada malam hari yang sama, pasien mulai mengalami nyeri otot pada ekstremitas bawah dan demam.
Ia sempat berobat ke fasilitas kesehatan, namun karena keluhan berlanjut, pasien mendatangi unit gawat darurat Rumah Sakit Umum Ian Jacob (rumah sakit umum Makau) pada 30 Desember malam.
Hasil pemeriksaan darah yang keluar pada 31 Desember memastikan pasien positif terinfeksi virus chikungunya.
Berdasarkan riwayat perjalanan, waktu munculnya gejala, serta hasil laboratorium, otoritas menilai kasus ini sebagai infeksi impor.
Penelusuran Nyamuk & Kondisi Pasien
SSM menyatakan akan segera melakukan investigasi sumber nyamuk dan pengendalian vektor di area aktivitas utama pasien, termasuk Senado Square, Katedral St. Paul, dan Grand Dragon Hotel.
Saat ini pasien dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil, dan tidak ada pendamping keluarga yang menunjukkan gejala serupa.
Kewaspadaan Berlanjut
Sejak pertengahan Juli 2025, Makau meningkatkan kewaspadaan menyusul lonjakan kasus chikungunya di Distrik Shunde, Kota Foshan, Provinsi Guangdong, wilayah yang berdekatan dengan Makau. Otoritas kesehatan terus mengingatkan masyarakat mengenai demam chikungunya dan demam berdarah yang memiliki gejala, cara penularan, dan pencegahan yang mirip—keduanya ditularkan oleh nyamuk Aedes.
Pada periode musim gugur hingga musim dingin, Makau mencatat kelanjutan kasus impor chikungunya dan demam berdarah, terutama pada pelancong dari Guangdong. Sepanjang 2025, Makau juga mencatat 36 kasus demam berdarah (1 lokal dan 35 impor), dengan kasus terbaru dikonfirmasi pada 27 Desember.