Maduro Buka Opsi Dialog dengan Trump Terkait Isu AS-Venezuela
Maduro juga bersedia untuk berkoordinasi dengan Trump terkait masalah perang melawan perdagangan narkoba melalui pembicaraan serius.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan kesediaannya membuka dialog dengan Presiden AS Donald Trump terkait investasi Amerika Serikat, khususnya di sektor minyak.
- Maduro juga siap berkoordinasi dengan AS dalam pembicaraan serius untuk memerangi perdagangan narkoba.
- Maduro menilai tekanan AS bertujuan menguasai sumber daya alam Venezuela, namun menegaskan negaranya mampu menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa dirinya kini bersedia untuk membuka opsi dialog dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait investasi negeri Paman Sam di negaranya.
Pernyataan ini disampaikan Maduro dalam wawancara Tahun Baru dengan seorang jurnalis asal Spanyol, Ignacio Ramonet.
Adapun kerjasama dengan Trump yang dimaksud Maduro adalah investasi Amerika Serikat di sektor minyak negaranya.
Selain itu, Maduro juga bersedia untuk berkoordinasi dengan Trump terkait masalah perang melawan perdagangan narkoba melalui pembicaraan serius.
"Kita harus mulai berbicara secara serius, dengan fakta di tangan," ujar Maduro dalam wawancara yang awalnya diterbitkan di surat kabar Meksiko La Jornada dan disiarkan di televisi nasional Venezuela pada Hari Tahun Baru (1/1/2026).
"Jika mereka ingin berbicara serius tentang kesepakatan untuk memerangi perdagangan narkoba, kami siap." ungkap Maduro
Maduro juga menyanggupi keinginan Trump untuk berinvestasi dalam sektor minyak.
"Jika mereka menginginkan minyak Venezuela, Venezuela siap menerima investasi Amerika Serikat seperti yang dilakukan Chevron, kapan, di mana, dan bagaimana pun mereka ingin melakukannya." sambungnya.
Pernyataan tersebut mengulang pernyataan Maduro sebelumnya tentang kesediaannya untuk berdialog dengan Donald Trump, meskipun presiden Amerika Serikat tersebut telah meningkatkan tekanan terhadap Maduro.
Adapun tekanan yang selama ini telah diluncurkan oleh Trump termasuk pemberian sanksi untuk Venezuela yang diperluas, peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan tersebut,
Tekanan masif ini juga bisa dilihat dari dua lusin lebih serangan terhadap kapal dari Venezuela yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di Samudra Pasifik dan Laut Karibia.
Maduro menyatakan bahwa tekanan tersebut merupakan upaya untuk menguasai sumber daya alam Venezuela yang melimpah.
Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi ke Kapal Tanker Pengangkut Minyak Venezuela
"Apa tujuan Amerika Serikat? Mereka sudah mengatakannya," kata Maduro dalam wawancara tersebut.
"Untuk menguasai seluruh minyak Venezuela... emas, dan logam tanah jarang." lanjutnya.
Masalah peredaran narkoba dari Venezuela yang kerap diungkapkan Trump ikut menjadi topik pembicaraan dalam wawancara tersebut.
Sebelumnya pada awal pekan ini Trump mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat menyerang sebuah dermaga di Venezuela yang digunakan untuk memuat narkoba, namun tidak memberikan rincian lokasinya.
Maduro tidak mengonfirmasi serangan tersebut dalam wawancara.
Namun demikian, Maduro mengatakan bahwa ia mungkin akan membahas masalah ini dalam beberapa hari mendatang.
Baca juga: Operasi Senyap di Dermaga Hantu, Trump Pilih Agen CIA daripada Militer untuk Serang Venezuela
"Yang dapat saya katakan adalah bahwa sistem pertahanan nasional kami, yang menggabungkan kekuatan rakyat, militer, dan kepolisian, telah menjamin dan akan menjamin integritas wilayah (dan) perdamaian negara," ujar Maduro.
Maduro selama ini juga selalu membantah tuduhan Trump yang mengatakan bahwa Venezuela diam-diam menjadi negara yang menjalankan operasi peredaran narkoba.
Trump juga kerap mengatakan bahwa kokain yang diselundupkan melalui kawasan tersebut berasal dari negara tetangga Kolombia dan bahwa Venezuela memiliki "model sempurna" untuk memerangi perdagangan narkoba.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.