Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.411: Zelensky dan Putin Masih Berselisih soal Wilayah
Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia meningkat dalam beberapa pekan terakhir, perdamaian di depan mata?
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Suci BangunDS
Moskow mendorong kendali penuh atas wilayah Donbas di timur Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan damai.
Sementara itu, Kyiv menolak tuntutan tersebut.
Pemerintah Ukraina memperingatkan bahwa menyerahkan wilayah hanya akan memperkuat posisi Rusia.
Kyiv juga menegaskan tidak akan menandatangani perjanjian damai yang gagal mencegah serangan Rusia di masa depan.
Zelensky: Ukraina Siap Bertahan Jika Diplomasi Gagal
Berbicara dalam konferensi pers pada Sabtu (3/1/2026) malam, Zelensky menegaskan, Ukraina tetap mengutamakan jalur diplomasi.
Namun, ia memperingatkan negaranya akan terus membela diri jika upaya perdamaian gagal.
“Jika Rusia menghalangi semua ini, dan jika mitra kami tidak memaksa Rusia menghentikan perang, akan ada jalan lain,” kata Zelensky.
“Jalan itu adalah membela diri,” ujarnya.
Baca juga: Drone Ukraina Hantam Fasilitas Energi dan Industri di Krasnodar, Tatarstan, dan Kaluga
Meski Amerika Serikat memberi sinyal positif terkait kesepakatan damai, warga Ukraina tetap waspada.
The Guardian melaporkan, kelelahan akibat hampir empat tahun perang membuat masyarakat Ukraina berhati-hati menyikapi proses diplomasi.
Pertemuan Kyiv Digelar di Tengah Klaim Serangan Drone
Pertemuan para penasihat keamanan di Kyiv menutup pekan yang diwarnai eskalasi kekerasan.
Rusia mengklaim, Ukraina meluncurkan drone ke kediaman Presiden Vladimir Putin dalam upaya serangan yang gagal.
Klaim tersebut, dibantah oleh Ukraina.
Moskow juga menuduh Kyiv menembakkan drone ke sebuah hotel dan kafe di wilayah Kherson selatan yang dikuasai Rusia.
Serangan itu, disebut menewaskan sekitar 28 orang yang sedang merayakan Tahun Baru.
Baca tanpa iklan