Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Penembakan Massal di Nigeria: 30 Orang Tewas dan Puluhan Warga Diculik

Penembakan massal di Desa Kasuwan-Daji pada Sabtu malam tewaskan setidaknya 30 orang, puluhan warga lainnya ikut diculik termasuk anak-anak

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Penembakan Massal di Nigeria: 30 Orang Tewas dan Puluhan Warga Diculik
Tangkap Layar Youtube / africanews
PENEMBAKAN MASSAL NIGERIA - Pihak aparat berwajib tiba di lokasi kejadian penembakan massal di Desa Kasuwan-Daji di Distrik Borgu, Negara Bagian Niger, Nigeria pada Minggu (4/1/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Penembakan massal oleh kelompok bersenjata terjadi di Desa Kasuwan-Daji, Negara Bagian Niger, Nigeria, menewaskan sedikitnya 30 orang,
  • Selain menembak warga, pelaku juga membakar pasar dan rumah, menjarah toko, serta menculik banyak warga termasuk anak-anak.
  • Aparat keamanan telah mengerahkan tim darurat untuk menolong korban dan menyelamatkan sandera, serta mengimbau warga tidak membayar uang tebusan karena dianggap pendanaan terorisme

TRIBUNNEWS.COM - Penembakan massal terjadi di sebuah desa di Negara Bagian Niger, Nigeria pada Sabtu malam lalu (3/1/2025), sehingga menewaskan setidaknya 30 orang.

Tak hanya melakukan penembakan massal, pihak berwenang setempat mengatakan oknum pelaku dikabarkan juga melakukan penculikan sejumlah warga serta menjarah toko-toko yang berada di lokasi kejadian.

Dikutip dari Associated Press, Juru bicara kepolisian negara bagian Niger, Wasiu Abiodun, mengatakan bahwa kelompok bersenjata tersebut diketahui menyerang Desa Kasuwan-Daji di Distrik Borgu pada Sabtu malam.

Tak hanya melepaskan tembakan ke arah warga desa, pelaku juga membakar pasar lokal serta beberapa rumah.

Namun, jumlah korban tewas terus meningkat berdasarkan laporan dari berbagai sumber.

Menurut dua warga desa sekitar pada Minggu (4/1/2025) jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 37 orang, dan diperkirakan akan bertambah lebih tinggi lagi karena banyak orang masih hilang.

Rekomendasi Untuk Anda

Pastor Stephen Kabirat, juru bicara Gereja Katolik di Keuskupan Kontagora yang lokasinya berdekatan dengan tempat kejadian  mengatakan kepada media lokal bahwa setidaknya kelompok bersenjata tersebut telah membunuh lebih dari 40 orang dan menculik banyak warga lainnya, termasuk anak-anak.

Juru bicara kepolisian Negara Bagian Niger, Wasiu Abiodun, mengatakan bahwa tim darurat saat ini telah dikerahkan untuk membantu korban luka, dan pasukan keamanan terus berupaya menyelamatkan orang-orang yang diculik. 

Pihak kepolisian juga mengimbau agar warga tak memenuhi permintaan para pelaku apabila mereka mengajukan uang tebusan.

Membayar uang tebusan kepada kelompok kriminal sendiri adalah tindakan ilegal karena pemerintah Nigeria telah menggolongkan hal tersebut sebagai pendanaan untuk teroris.

Namun demikian, imbauan ini sering diabaikan oleh keluarga atau kerabat korban.

Modus Operandi Serangan

Petugas keamanan berjaga di Desa Kukawa di Wilayah Pemerintah Daerah Kanam di negara bagian Plateau pada 12 April 2022 setelah rumah warga dibakar selama serangan oleh bandit. Presiden Muhammadu Buhari bersumpah pada 12 April 2022 tidak akan ada belas kasihan bagi mereka yang berada di balik pembunuhan lebih dari seratus orang dalam serangkaian serangan di Nigeria tengah.
Petugas keamanan berjaga di Desa Kukawa di Wilayah Pemerintah Daerah Kanam di negara bagian Plateau. Peristiwa serupa juga terjadi pada 12 April 2022 setelah rumah warga dibakar selama serangan oleh bandit.  (AFP)

Baca juga:  Setahun Konflik Bersenjata Papua, Ratusan Insiden Penembakan Terjadi dan Korban Sipil Bertambah

Terkait kronologi kejadian, sejumlah saksi mata yang telah dimintai keterangan oleh pihak berwajib menyatakan bahwa para pelaku muncul dari hutan di dekat Desa Kasuwan-Daji pada Sabtu malam.

Pelaku kemudian membakar pasar lokal, menjarah toko-toko, dan menculik sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh seorang jurnalis lokal kepada layanan Hausa BBC.

"Para pria bersenjata itu memasuki desa dengan sepeda motor sambil membawa senjata, menggiring warga, kemudian mulai menyembelih mereka, sementara yang lain ditembak mati," ungkap jurnalis tersebut.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas