Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PM Denmark Murka Trump Ingin Caplok Greenland: NATO Bakal Bubar!

Nielsen dan Frederiksen didukung oleh Uni Eropa, yang pada hari Senin mengatakan bahwa mereka tak akan berhenti membela prinsip integritas teritorial.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: willy Widianto
zoom-in PM Denmark Murka Trump Ingin Caplok Greenland: NATO Bakal Bubar!
HO/IST/Tangkapan layar Youtube The Guardian
PM DENMARK SOAL GREENLAND - Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen murka soal rencana pencaplokan Greenland. 

Ringkasan Berita:
  • Pernyataan terbaru Trump adalah yang terburuk dan paling serius dari ancamannya terhadap Greenland dan menandai munculnya tatanan dunia baru.
  • Greenland memiliki lokas strrategis di antara Eropa dan Amerika Utara menjadikannya lokasi penting bagi sistem pertahanan rudal balistik AS
  • Greenland merupakan bekas koloni Denmark dan tetap menjadi bagian dari kerajaan Denmark.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, COPENHAGEN - Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil wilayah Greenland. Terkait hal tersebut Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen murka. Diketahui Greenland adalah pulau yang sebagian besar otonom tersebut merupakan bekas koloni Denmark dan tetap menjadi bagian dari kerajaan Denmark.

Baca juga: Sumber Daya Alam di Greenland, Kawasan yang Dibicarakan setelah Trump Serang Venezuela

"Jika Amerika Serikat memutuskan untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berhenti termasuk NATO dan oleh karena itu keamanan pasca Perang Dunia Kedua,” kata Frederiksen kepada jaringan televisi Denmark TV2, Selasa(6/1/2026).

Greenland memiliki lokas strategis di antara Eropa dan Amerika Utara menjadikannya lokasi penting bagi sistem pertahanan rudal balistik AS. Sumber daya mineral pulau yang signifikan juga sejalan dengan ambisi Washington untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor China. 

Komentar Frederiksen muncul setelah Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen membuat pernyataan yang sangat lugas di mana ia mendesak Trump untuk meninggalkan fantasi tentang aneksasi dan menuduh AS menggunakan retorika yang sama sekali tidak dapat diterima dengan menyatakan 'Cukup Sudah'.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ancaman, tekanan, dan pembicaraan tentang aneksasi tidak punya tempat di antara teman,” kata Nielsen.

"Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi," tambah Nielsen.

Frederiksen mengatakan pemerintahnya bakal melakukan segala yang mungkin untuk mencegah serangan terhadap Greenland dan menuduh AS menerapkan sesuatu yang tidak dapat diterima dan dianggap sebagai sebuah serangan tidak masuk akal.

Baca juga: Minat Trump pada Greenland Sudah Bulat, Denmark Kecewa: Jangan Caplok Negara Lain!

"Anda tidak bisa masuk dan mengambil alih sebagian wilayah negara lain," katanya kepada stasiun televisi Denmark DR.

"Jika AS memilih untuk menyerang negara NATO lain, semuanya akan berhenti," tambahnya.

Nielsen dan Frederiksen didukung oleh Uni Eropa, yang pada hari Senin mengatakan bahwa mereka tidak akan berhenti membela prinsip integritas teritorial, khususnya ketika menyangkut negara anggota blok yang beranggotakan 27 negara tersebut.

“Uni Eropa akan terus menjunjung tinggi prinsip kedaulatan nasional, integritas teritorial, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan,” kata Juru Bicara Utama Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Anitta Hipper. 

“Ini adalah prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip ini, terlebih lagi jika integritas teritorial negara anggota Uni Eropa dipertanyakan," tambahnya.

Namun tekanan semakin meningkat pada Frederiksen yang belakangan ini menghadapi pemilihan umum tahun ini, untuk melampaui diplomasi dan menyusun rencana yang lebih konkret tentang bagaimana Denmark akan merespons jika Greenland diinvasi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas