Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

China Murka, Kecam Aksi AS Sita Kapal Minyak Venezuela: Langgar Hukum Internasional

China murka atas penyitaan minyak Venezuela oleh AS. Beijing sebut langkah sepihak itu langgar hukum internasional dan ancam pasokan energi ke Asia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in China Murka, Kecam Aksi AS Sita Kapal Minyak Venezuela: Langgar Hukum Internasional
Tangkapan layar X/@nicksortor
SERANG KAPAL- Presiden Donald Trump merilis video militer AS yang menyerang kapal yang dituduh membawa narkoba dari Venezuela. Kapal tersebut menuju ke Amerika dengan membawa sebelas orang, yang akhirnya tewas dalam serangan itu. China murka atas penyitaan minyak Venezuela oleh AS. Beijing sebut langkah sepihak itu langgar hukum internasional dan ancam pasokan energi ke Asia. 

Ringkasan Berita:
  • China mengecam keras penyitaan kapal tanker minyak Venezuela oleh AS, menyebutnya sebagai sanksi sepihak tanpa mandat PBB yang melanggar hukum internasional.
  • Beijing menilai langkah AS menciptakan preseden berbahaya dan bentuk intimidasi unilateral, karena penyitaan dilakukan di perairan internasional dengan dalih penegakan sanksi domestik Amerika Serikat.
  • China khawatir kesepakatan energi AS–Venezuela berpotensi mengalihkan pasokan minyak ke AS, mengganggu kepentingan energi China.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah China mengecam tindakan Amerika Serikat yang menyita kapal tanker minyak berbendera Rusia di Samudra Atlantik Utara, Kamis (8/1/2026)

Menyebut langkah tersebut sebagai “sanksi sepihak” dan pelanggaran hukum internasional.

Pernyataan keras ini dilontarkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Kota Beijing.

Dalam keterangan resminya, Mao Ning menyatakan bahwa China mengecam tindakan AS yang menyita kapal di laut lepas.

Adapun operasi penyitaan dilakukan oleh pasukan AS pada hari Rabu (7/1/2026) terhadap sebuah kapal tanker minyak yang kini dikenal sebagai Marinera (sebelumnya M/V Bella 1) di Samudra Atlantik Utara.

Pemerintah AS menyatakan bahwa kapal tersebut disita karena dugaan melanggar sanksi minyak yang diberlakukan terhadap Venezuela.

Rekomendasi Untuk Anda

Keputusan itu diumumkan oleh Komando Selatan militer AS, yang menyebut operasi dilakukan berdasarkan surat perintah pengadilan federal AS setelah kapal tersebut dilacak oleh Penjaga Pantai AS.

“Blokade terhadap minyak Venezuela yang dikenai sanksi tetap diberlakukan sepenuhnya di mana pun di dunia,” kata pejabat AS yang terlibat dalam operasi tersebut, sebagimana dikutip dari Anadolu.

Namun, menurut Mao, tindakan tersebut melanggar hukum laut internasional dan kedaulatan negara lain, serta menciptakan preseden berbahaya untuk penegakan hukum di perairan internasional.

Lantaran tindakan AS dilakukan tanpa mandat dari Dewan Keamanan PBB dan tanpa dasar hukum internasional yang kuat, sehingga disebut sebagai tindakan “unilateral bullying” atau intimidasi sepihak

Baca juga: Kunjungan ke China, Presiden Korsel Minta Xi Jinping Mediasi Konflik dengan Korut

China: Kesepakatan Energi AS–Venezuela Ancam Pasokan Minyak ke Asia

Selain mengecam aksi penyitaan minyak AS, pemerintah China turut melayangkan kritik tajam kepada Amerika Serikat atas isu yang berkembang.

China menyebut bahwa Trump ingin mengarahkan ekspor puluhan juta barel minyak Venezuela dengan nilai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,5 triliun ke Amerika Serikat.

Namun, langkah itu dipandang China sebagai tekanan unilateral terhadap Venezuela dan berpotensi berdampak pada kepentingan energi Beijing di tengah ketergantungan historis China pada pasokan minyak Venezuela.

Sudah lama Venezuela menjadi salah satu mitra energi strategis Asia, dengan sebagian besar ekspor minyak negara itu dialihkan ke kilang-kilang di China.

Hubungan perdagangan kedua negara mencerminkan kerja sama yang melampaui sekadar transaksi komersial biasa.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas